<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wahyufirman's Blog</title>
	<atom:link href="http://wahyufirman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wahyufirman.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Mar 2009 09:53:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wahyufirman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wahyufirman's Blog</title>
		<link>http://wahyufirman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wahyufirman.wordpress.com/osd.xml" title="Wahyufirman&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wahyufirman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MENANTI PASAR CINDERAMATA</title>
		<link>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/04/menanti-pasar-cinderamata/</link>
		<comments>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/04/menanti-pasar-cinderamata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 09:48:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyufirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPARIWISATAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyufirman.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Menanti Pasar Cinderamata Tak lama lagi, bakal ada pasar khusus cinderamata alias produk-produk kerajinan di Kota Surakarta. Tepatnya di sepanjang Jl. Diponegoro, seberang pintu gerbang Pura Mangkunegaran. Rencananya, pasar itu akan dikenalkan kepada public sebagai night market. Pasar yang dibuka hanya pada malam hari, bukan pasar malam yang diramaikan dengan komidi putar atau tong setan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=118&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Permanent Link to Menanti Pasar Cinderamata" rel="bookmark" href="http://solo.dagdigdug.com/2009/01/06/menanti-pasar-cinderamata/"><span style="color:#0a8fbc;">Menanti Pasar Cinderamata</span></a></h2>
<h2><a title="Suasana Jalan Sekitar Pasar Triwindu" href="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/triwindu_1.jpg"><img src="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/triwindu_1.jpg" alt="Suasana Jalan Sekitar Pasar Triwindu" /></a></h2>
<div class="entry">
<p>Tak lama lagi, bakal ada pasar khusus cinderamata alias produk-produk kerajinan di Kota Surakarta. Tepatnya di sepanjang Jl. Diponegoro, seberang pintu gerbang Pura Mangkunegaran. Rencananya, pasar itu akan dikenalkan kepada public sebagai <em>night market.</em> Pasar yang dibuka hanya pada malam hari, bukan pasar malam yang diramaikan dengan komidi putar atau tong setan.<span id="more-118"></span></p>
<p>Bagi Anda yang kemarin mudik Natalan atau liburan, mungkin kaget melihat kiri-kanan jalan sekitar Pasar Triwindu terbebas kemacetan akibat padatnya parkiran di depan kios-kios elektronik. Jalanan menjadi lancar dilalui. Mungkin kaget dan mengira ada program ‘sapu bersih’ bagi para pedagang di sana.</p>
<p>Justru yang terjadi adalah sebaliknya. Pemerintah sedang menata kawasan Triwindu menjadi lokasi jalan-jalan yang menyenangkan, seperti Malioboro di Yogyakarta, meski saya yakin tak bakal dibiarkan sedemikian semrawut. Pasar itu juga untuk memenuhi kebutuhan para pelancong –entah dengan alasan bisnis, pakansi atau sekadar nengok teman kencan, akan buah tangan khas Surakarta yang bisa dibawa pulang untuk keluarga, sahabat dan kerabat.</p>
<p>Operasi pembersihan itu juga menjadikan Jl. Diponegoro kian luas, setidaknya lebih lebar empat meter dari sebelumnya. Dari arah perempatan Pasar Pon, lansekap Pura Mangkunegaran juga bakal tampak menonjol. Dan, Pamedan akan tampak lebih berdaya sebelum mata tertuju ke pendapa utama peninggalan Pangeran Sambernyawa itu.</p>
<p>Kata Pak Jokowi, sang walikota, <em>night market </em>itu untuk melengkapi keberadaan Gladag Langen Bogan (Galabo), yakni arena khusus bagi pengelana rasa atau penggembala lidah manja. “Kalau kebutuhan perut dan rasa telah dipenuhi, kenapa wisatawan tak diajak berbelanja cinderamata,” begitu katanya.</p>
<p><a title="Tikungan Mangkunegaran" href="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/triwindu_2.jpg"><img src="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/triwindu_2.jpg" alt="Tikungan Mangkunegaran" /></a></p>
<p>Ada cerita begini dari Pak Walikota. Kalau dulu pedagang dibujuk mengisi gerobak kuliner di Galabo dengan komposisi 60:30:10 bagi pengusaha makanan yang beken : setengah beken : dan pendatang baru, di <em>night market </em>justru akan dibalik. Pemilik <em>brand</em> hanya sekitar 10 persen, 30 persen lainnya perajin yang sedang naik daun dan selebihnya bagi pemain-pemain baru.</p>
<p>Kemana pedagang lama, penghuni kios-kios di sepanjang jalan itu? Rupanya, mereka tak dibuang begitu saja. Dan mereka tak merasa sedang digusur pemerintah, sebab kini juga sudah dibuatkan bangunan permanen mirip mal di belakang kios lama mereka. Jadi, ayam goreng Malioboro atau Denai, warung masakan Padang yang ada di ujung jalan pun tidak hilang dari orbit mereka.</p>
<p>Saran saya, menabunglah mulai sekarang. Mungkin, pertengahan tahun ini Anda harus memenuhi nafsu Anda menyimpan pernik-pernik khas Surakarta sembari mengantar liburan anak-anak sambil menenggok eyang, <em>paklik/bulik</em>, <em>pakdhe/budhe</em> atau sobat lama Anda. Bagi pemudik lebaran atau Natalan, tenanglah. Waktu masih panjang………</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyufirman.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyufirman.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyufirman.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyufirman.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyufirman.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyufirman.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyufirman.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyufirman.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyufirman.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyufirman.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyufirman.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyufirman.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyufirman.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyufirman.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=118&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/04/menanti-pasar-cinderamata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a69359824a16394eca8fff7884b3c98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyufirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/triwindu_1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Suasana Jalan Sekitar Pasar Triwindu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/triwindu_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tikungan Mangkunegaran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OBYEK WISATA TAWANGMANGU DI KOTA SURAKARTA</title>
		<link>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/04/obyek-wisata-tawangmangu-di-kota-surakarta/</link>
		<comments>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/04/obyek-wisata-tawangmangu-di-kota-surakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 09:19:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyufirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPARIWISATAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyufirman.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[TAWANGMANGU Tawangmangu yang terletak di Karanganyar merupakan tempat wisata alam yang asri di lereng Gunung Lawu. Keindahan alam          berpadu dengan kesejukan udaranya membuat tempat ini banyak dikunjungi wisatawan. Beberapa tempat yang sangat pantas dijadikan tujuan wisata di kawasan ini maupun sekitarnya antara lain Grojogan Sewu (air terjun alami), Cemara Sewu perbatasan Jawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=108&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>TAWANGMANGU</h2>
<p><img src="http://wisatasolo.com/wp/wp-content/imagescaler/ffeedb1e4dd452e2f8b7dcc5fff35a3e.gif" alt="" width="200" height="133" /> <img src="http://wisatasolo.com/wp/wp-content/imagescaler/86c2e8611a736e9a20be5f80fa607550.gif" alt="" width="200" height="150" /></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman, serif;"><span style="font-family:Times New Roman, serif;"><code><span style="font-family:Times New Roman, serif;">Tawangmangu yang terletak di Karanganyar merupakan tempat wisata alam yang asri di lereng Gunung Lawu. Keindahan alam</span></code></span><span style="font-family:Times New Roman, serif;"> </span></span></p>
<div><span style="font-family:Times New Roman, serif;"><span style="font-family:Times New Roman, serif;"> </span></span></div>
<div><span style="font-family:Times New Roman, serif;"><span style="font-family:Times New Roman, serif;"> </span></span><code><span id="more-108"></span> </code><img src="http://wisatasolo.com/wp/wp-content/imagescaler/b9ae4708018c94976735b470b51d5efb.gif" alt="" width="200" height="133" /> <img src="http://wisatasolo.com/wp/wp-content/imagescaler/78a6717fdc8968b77e548608b841ce21.gif" alt="" width="200" height="133" /></div>
<p><span style="font-family:Times New Roman, serif;"><code><span style="font-family:Times New Roman, serif;"><span style="font-weight:normal;"> </span></span></code></span> </p>
<p><code><span style="font-family:Times New Roman, serif;">berpadu dengan kesejukan udaranya membuat tempat ini banyak dikunjungi wisatawan. Beberapa tempat yang sangat pantas dijadikan tujuan wisata di kawasan ini maupun sekitarnya antara lain Grojogan Sewu (air terjun alami), Cemara Sewu perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur), kawasan perbukitan Tlagadlingo, taman hiburan, Pasar Tradisional Tawangmangu, bumi perkemahan dan kebun bunga</span></code><span style="font-family:Times New Roman, serif;">.</span></p>
<p> </p>
<p>- Grojogan Sewu : terletak pada ketinggian 1.100 meter di atas permukaan air laut, memiliki keindahan yang menakjubkan untuk dinikmati wisatawan.Panorama air terjun alami setinggi 81 meter ini berada di tengah hutan lindung yang didiami oleh satwa kera yang jinak, arealnya sangat luas dan sejuk, lengkap dengan fasilitas rekreasi keluarga seperti kolam renang dengan sirkulasi air alami, arena perkemahan, taman rekreasi, kios souvenir, rumah makan dan berbagai kopel peristirahatan.</p>
<h2>TAMAN SATWA TARU JURUG</h2>
<p><img src="http://wisatasolo.com/wp/wp-content/imagescaler/d3da202b9d86ae50a4b0bcb7422200af.gif" alt="" width="250" height="120" /></p>
<p>Taman Satwa Taru Jurug (TSTW) atau lebih dikenal Taman Jurug terletak di pinggir kota Solo dekat Sungai Bengawan Solo, selain dikunjungi banyak orang tempat wisata ini juga seringkali dipakai untuk merayakan acara adat Solo. Acara adat solo yang sering diselenggarakan disini misalnya acara Syawalan yang puncaknya ditandai dengan Larung Ageng Gethek Joko Tingkir. Ribuan warga Solo dan sekitarnya memadati TSTJ dan seputaran Sungai Bengawan Solo yang digunakan sebagai tempat pelarungan. Prosesi yang menceritakan tentang kisah perjalanan Joko Tingkir menuju Demak itu dilakukan di aliran Bengawan Solo, mulai dari Pesanggrahan Langenharjo Grogol, Sukoharjo menuju Butuh Sragen, dengan berhenti dahulu di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo. Pelaksanaan prosesi budaya tersebut mendapat animo sangat besar dari masyarakat Solo. Ini terlihat dari ribuan anggota masyarakat yang berjubel di sepanjang aliran Bengawan Solo yang dilewati oleh arak-arakan prosesi tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyufirman.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyufirman.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyufirman.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyufirman.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyufirman.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyufirman.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyufirman.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyufirman.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyufirman.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyufirman.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyufirman.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyufirman.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyufirman.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyufirman.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=108&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/04/obyek-wisata-tawangmangu-di-kota-surakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a69359824a16394eca8fff7884b3c98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyufirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wisatasolo.com/wp/wp-content/imagescaler/ffeedb1e4dd452e2f8b7dcc5fff35a3e.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://wisatasolo.com/wp/wp-content/imagescaler/86c2e8611a736e9a20be5f80fa607550.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://wisatasolo.com/wp/wp-content/imagescaler/b9ae4708018c94976735b470b51d5efb.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://wisatasolo.com/wp/wp-content/imagescaler/78a6717fdc8968b77e548608b841ce21.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://wisatasolo.com/wp/wp-content/imagescaler/d3da202b9d86ae50a4b0bcb7422200af.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>AYO PIKNIK KE BALEKAMBANG</title>
		<link>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/04/ayo-piknik-ke-balekambang/</link>
		<comments>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/04/ayo-piknik-ke-balekambang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 09:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyufirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPARIWISATAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyufirman.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Ayo Piknik ke Balekambang Posted by Keliling Surakarta on 4th Januari 2009 Setahun terakhir, warga Kota Surakarta memperoleh ‘tempat bermain’ baru di Balekambang. Ya, Taman Balekambang namanya. Ia menyusul citywalk dengan taman-taman asri di sepanjang Jl. Slamet Riyadi, dari Purwosari hingga Gladag, atau taman serupa di sekitar Stadion Manahan. Pada hari libur, para orang tua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=106&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Permanent Link to Ayo Piknik ke Balekambang" rel="bookmark" href="http://solo.dagdigdug.com/2009/01/04/ayo-piknik-ke-balekambang/"><span style="color:#0a8fbc;">Ayo Piknik ke Balekambang</span></a></h2>
<p class="date">Posted by <a href="http://blontankpoer.blogsome.com/"><strong><span style="color:#0a8fbc;">Keliling Surakarta</span></strong></a> on 4th Januari 2009</p>
<div class="entry">
<p><a title="Gala Dinner" href="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/balekambang_2374.jpg"><img src="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/balekambang_2374.jpg" alt="Gala Dinner" /></a></p>
<p>Setahun terakhir, warga Kota Surakarta memperoleh ‘tempat bermain’ baru di Balekambang. Ya, Taman Balekambang namanya. Ia menyusul <em>citywalk</em> dengan taman-taman asri di sepanjang Jl. Slamet Riyadi, dari Purwosari hingga Gladag, atau taman serupa di sekitar Stadion Manahan. Pada hari libur, para orang tua suka membawa anak-anak dan keluarga mereka ke sana. Riuh, tapi riang.<span id="more-106"></span></p>
<p>Di taman-taman itu, kini banyak remaja bercengkerama, pada sore atau malam hari. Kecuali di Manahan, sebagian dari mereka asyik berselancar di dunia maya, karena Pemerintah Kota dan Telkom telah berbaik hati mengumbar <em>bandwith</em> Speedy.</p>
<p>Balekambang, yang konon berasal dari gabungan kata <em>bale</em> (Jw. Balai) dan <em>kambang</em> (Jw. Mengapung) menunjuk pada keberadaan sebuah balai di atas telaga kecil. Begitu sederhananya orang Jawa dalam membuat istilah baru, dengan cara sangat praktis, yang penting mempermudah pelafalan. Karena balai mengapung yang terletak di antara pepohonan besar nan rindang, lalu disempurnakanlah ia menjadi taman.</p>
<p>Dibangun pada 1921 oleh KGPAA Mangkunagara VII, taman itu lantas dinamai Partini <em>Tuin</em>, sebuah taman untuk mengabadikan putrinya tercinta yang bernama Partini. Tak cuma untuk bercengkerama pada siang hari, di sana juga menjadi ruang publik dalam arti sesungguhnya. Aneka kesenian tradisional, termasuk tarian dan ketoprak sering digelar di sana.</p>
<p><a title="Balekambang Dulu" href="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/blog_balekambang_013.jpg"><img src="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/blog_balekambang_013.jpg" alt="Balekambang Dulu" /></a></p>
<p>Jejaknya sebagai ruang publik terus bertahan. Keluarga Seniman Muda Surakarta berusaha menghidupkan kembali Balekambang lewat panggung ketoprak, namun gagal. Publik lebih berselera menonton sinema elektronik di televisi yang kian menjamur pada 1990-an daripada ketoprak yang dianggap <em>jadul</em>. Padahal, di tempat yang sama, nama Srimulat berkibar tinggi, hingga mencuatkan nama-nama pelawak seperti Gepeng, Pete, dan Jujuk, sebelum akhirnya juga menyerah pada takdir.</p>
<p>Masa kelam Balekambang adalah justru terjadi sepeninggal Srimulat. Dunia gemerlap lebih disukai (seperti banyak dijumpai pada tayangan televisi), sehingga diskotiklah yang lantas memberi warna Balekambang sebagai ‘ruang publik’. Tiap malam, puluhan P<em>i</em>-<em>a</em>R, sebutan untuk perempuan penghibur yang bekerja secara <em>freelance</em> alias tak menginduk pada nama besar germo, berkeliaran di seputar Balekambang.</p>
<p>Mereka berbaur dengan perempuan-perempuan menor yang dikenal dengan sebutan <em>rendan</em> (akronim dari kere dandan), yang kebanyakan lantas ‘mojok’ di bawah pepohonan besar di sekitar panti pijat yang menawarkan solusi kebugaran semu.</p>
<p>Untung, semua itu sudah menjadi cerita masa lalu. Kini, Balekambang benar-benar menjadi sebuah taman yang asri. Nyaris mirip Kebun Bogor, meski berbeda pada beberapa hal, seperti luasnya atau tiadanya istana negara. Tiga rusa sudah didatangkan untuk meramaikan Balekambang, yang kelak bakal dikembangkan menjadi taman botani. Banyak pepohonan aneh, eh langka mulai ditanam di sana, sumbangan dari sejumlah pejabat negara, tokoh publik hingga sejumlah pejabat diplomatik negara sahabat. Sebuah teater terbuka juga sudah dibangun, bersebelahan dengan gedung baru untuk pentas ketoprak, kelak.</p>
<p><a title="Taman Balekambang" href="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/blog_balekambang_taman_1706.jpg"><img src="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/blog_balekambang_taman_1706.jpg" alt="Taman Balekambang" /></a></p>
<p>Pokoknya, Taman Balekambang kini benar-benar indah, nyaman untuk rekreasi keluarga. Untuk menikmatinya, semua digratiskan kecuali parkir yang dikelola oleh sejumlah anak-anak muda, yang tampaknya bukan ‘wakil’ aparatur Pemerintah Kota Surakarta.</p>
<p>Yang perlu dijadikan catatan dalam ingatan kita hanyalah bagaimana turut merawat Balekambang agar tetap asri dan nyaman. Jangan membuang sampah sembarangan, syukur mau menyumbang bibit tanaman. Asal tahu saja, areal di sekitar taman sengaja dijadikan sebagai daerah resapan, agar air yang kian mahal, tak langka dari Surakarta.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyufirman.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyufirman.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyufirman.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyufirman.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyufirman.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyufirman.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyufirman.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyufirman.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyufirman.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyufirman.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyufirman.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyufirman.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyufirman.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyufirman.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=106&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/04/ayo-piknik-ke-balekambang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a69359824a16394eca8fff7884b3c98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyufirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/balekambang_2374.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gala Dinner</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/blog_balekambang_013.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Balekambang Dulu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/blog_balekambang_taman_1706.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Taman Balekambang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN</title>
		<link>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/02/pendidikan-2/</link>
		<comments>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/02/pendidikan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 06:58:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyufirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyufirman.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Tak Hanya Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris, UMY Gelar Lomba Debat Nasional Pada kategori Berita Dikirim oleh: Goo:) Kemampuan bahasa inggris tak bisa dipungkiri merupakan salah satu ketrampilan yang perlu diusahakan mahasiswa dalam menghadapi persaingan global yang semakin pesat ini. Namun tak hanya sebagai ketrampilan, bahasa inggris juga telah menjadi kemampuan untuk berpikir kritis (critical thingking) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=93&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a title="Permanent Link to Tak Hanya Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris, UMY Gelar Lomba Debat Nasional" rel="bookmark" href="http://www2.umy.ac.id/2009/01/tak-hanya-tingkatkan-kemampuan-bahasa-inggris-umy-gelar-lomba-debat-nasional/"><span style="color:#699adc;">Tak Hanya Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris, UMY Gelar Lomba Debat Nasional</span></a></h3>
<p><span style="font-size:11px;">Pada kategori <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Berita" rel="category tag" href="http://www2.umy.ac.id/category/berita/"><span style="color:#175fc1;">Berita</span></a><br />
Dikirim oleh: Goo:)</span></p>
<p><img class="size-medium wp-image-625 alignleft" title="img_3462" src="http://www2.umy.ac.id/wp-content/uploads/2009/01/img_3462-300x225.jpg" alt="img_3462" width="300" height="225" />Kemampuan bahasa inggris tak bisa dipungkiri merupakan salah satu ketrampilan yang perlu diusahakan mahasiswa dalam menghadapi persaingan global yang semakin pesat ini. Namun tak hanya sebagai ketrampilan, bahasa inggris juga telah menjadi kemampuan untuk berpikir kritis (critical thingking) bagi para mahasiswa dalam meningkatkan potensi diri.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Presiden Student English Activity (SEA) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Idham Badruzaman saat ditanya mengenai kegiatan lomba debat tingkat nasional, yang akan diselenggarakan pada 19-24 Januari 2009 di Kampus Terpadu UMY dan di Benteng Vrederburg sebagai tempat acara penutupan.<code><span id="more-93"></span></p>
<p>Kegiatan the 12th Indonesians Varsities English Debate (IVED) 2009 tersebut mengambil tema Unity in Simplicity dan direncanakan akan diikuti oleh 59 tim dari 42 perguruan tinggi di Indonesia</p>
<p>Kegiatan IVED ini merupakan kompetisi yang diikuti seluruh mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia pada tiap tahunnya. Tuan rumah penyelenggara IVED selalu berganti, yang penetapannya melalui voting pada saat IVED Council Meeting (ICM). Dipilihnya UMY sebagai tuan rumah tahun ini, menurut Idham merupakan sebuah keberhasilan pihaknya dalam meyakinkan para peserta ICM. “Kemudahan akses para peserta IVED dalam menghadiri agenda ini menjadi keberhasilan hingga UMY bisa menjadi tuan rumah mengingat registrasi yang cukup terjangkau bagi peserta debat. Selain itu, daya tarik Yogyakarta sebagai kota budaya yang punya segudang obyek wisata juga turut menjadi pertimbangan,” paparnya.</p>
<p>Ia menambahkan kegiatan bertaraf nasional ini tentunya memeberikan kebanggaan karena agenda ini cukup bergengsi mengingat banyak melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang mempunyai tingkat intelektual tinggi. “Selain meningkatkan kemampuan bahasa inggris, kegiatan ini juga menanamkan critical thingking bagi para peserta untuk berpikir rasional, logis dengan waktu yang cepat,” tambahnya.</p>
<p>Rektor UMY, Ir. Dasron Hamid M.Sc, menyatakan debat akan membantu orang dalam menegakkan benih demokrasi “Saya percaya debat merupakan alat untuk mendorong ekspresi dan toleransi seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih terbuka. Demokrasi juga bukan semata bentuk dari pemerintah, namun juga etos. Oleh karenanya, demokrasi memerlukan sebuah etos untuk menghargai setiap perbedaan perspektif, “ paparnya.</p>
<p>Ia menambahkan untuk dapat berpikir kritis, para debater perlu mengumpulkan informasi yang dapat diperoleh melalui observasi, pengalaman, dan penjelasan. Kesemua itu dapat diperoleh dengan mengikuti kegiatan debat. “hal tersebut mengindikasikan debate telah memberikan kontribusi dalam kesuksesan pendidikan mengingat pendidikan itu sendiri bertujuan untuk melatih pikiran seseorang,” pungkas Dasron.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyufirman.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyufirman.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyufirman.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyufirman.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyufirman.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyufirman.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyufirman.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyufirman.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyufirman.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyufirman.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyufirman.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyufirman.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyufirman.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyufirman.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=93&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/02/pendidikan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a69359824a16394eca8fff7884b3c98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyufirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www2.umy.ac.id/wp-content/uploads/2009/01/img_3462-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img_3462</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEPAK BOLA</title>
		<link>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/02/sepak-bola/</link>
		<comments>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/02/sepak-bola/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 06:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyufirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPORT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyufirman.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[  Foto: Reuters GENOA &#8211; Hasrat David Beckham ingin membela Timnas Inggris memang tak perlu dipertanyakan lagi. Namun, peluang Beckham tentu akan sulit bila dirinya kembali ke Los Angeles Galaxy bulan depan.Ya, masa depan mantan bintang Manchester United dan Real Madrid itu di AC Milan memang belum jelas. Sebab, sejauh ini negoisasi antara Milan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=87&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- skycsraper banner --></p>
<div class="content">
<div class="pc"> <img src="http://www.topnews.in/sports/files/David-Beckham.jpg" alt="" /></div>
<h5>Foto: Reuters</h5>
</div>
<h5><strong>GENOA</strong> &#8211; Hasrat David Beckham ingin membela Timnas Inggris memang tak perlu dipertanyakan lagi. Namun, peluang Beckham tentu akan sulit bila dirinya kembali ke Los Angeles Galaxy bulan depan.Ya, masa depan mantan bintang Manchester United dan Real Madrid itu di AC Milan memang belum jelas. Sebab, sejauh ini negoisasi antara Milan dan Galaxy masih belum menemukan kata sepakat mengenai transfer Beckham.Media massa pun sadar, jika Beckham gagal bertahan di Rossoneri, maka hal ini akan  membuatnya semakin ulit mewujudkan mimpi terus mengenakan kostum The Three Lions.<code><span id="more-87"></span></p>
<p>"Tentu berita ini bukan barang baru dan masyarakat telah mengatakan itu," ungkap Beckham mengenai peluangnya mendapatkan satu tempat di skud Fabio Capello, jik kembali ke Liga Sepakbola Amerika (MLS).</p>
<p>"Tapi, saya sudah berada di Galaxy selama setahun setengah dan saya mampu membela Timnas Inggris. Kita lihat saja nanti," tegas mantan kapten Timnas Inggris itu kepada soccerblog, Senin (2/3/2009).</p>
<p>"Saya memang belum mendengar mengenai kabar terbaru transfer saya. Pembicaraan masih berlangsung. Namun, saya berharap semua berjalan lancar dan saya bertahan di sini," tandas gelandang 33 tahun itu.  (hmr)<!-- RELATED --></p>
<div class="related">
<div id="related">
<h4>Berita Terkait: <strong><span style="color:#c00;"><em>Timnas Inggris</em></span></strong></h4>
<ul class="item">
<li><a href="http://bola.okezone.com/read/2009/03/02/51/197395/51/hasrat-besar-beckham-bela-timnas-inggris">Hasrat Besar Beckham Bela Timnas Inggris</a></li>
<li><a href="http://bola.okezone.com/read/2009/03/02/51/197388/51/o-neil-calon-suksesor-capello">O'Neil Calon Suksesor Capello</a></li>
<li><a href="http://bola.okezone.com/read/2009/02/21/51/194915/51/capello-kesulitan-mencerna-the-three-lions">Capello Kesulitan Mencerna The Three Lions</a></li>
<li><a href="http://bola.okezone.com/read/2009/02/13/51/192540/51/kekalahan-buat-inggris-lebih-kuat">Kekalahan buat Inggris Lebih Kuat</a></li>
<li><a href="http://bola.okezone.com/read/2009/02/12/51/192232/51/beckham-berang-dibandingkan-dengan-moore">Beckham Berang Dibandingkan dengan Moore</a></li>
<li><a href="http://bola.okezone.com/read/2009/02/09/51/190721/51/fabio-capello-kagumi-aston-villa">Fabio Capello Kagumi Aston Villa</a></li>
<li><a href="http://bola.okezone.com/read/2009/02/07/51/190474/51/walcott-aset-terbaik-inggris">Walcott, Aset Terbaik Inggris</a></li>
<li><a href="http://bola.okezone.com/read/2009/02/07/51/190346/51/capello-inggris-lebih-kuat-dari-spanyol">Capello: Inggris Lebih Kuat dari Spanyol</a></li>
<li><a href="http://bola.okezone.com/read/2009/02/06/51/189990/51/beckham-buat-capello-bahagia">Beckham Buat Capello Bahagia</a></li>
<li><a href="http://bola.okezone.com/read/2009/02/05/51/189791/51/panggil-rooney-capello-sambangi-ferguson">Panggil Rooney, Capello Sambangi Ferguson</a></li>
</ul>
<div class="pagination1">
<ul>
<li><a href="http://bola.okezone.com/topic/2007/12/24/1779">Next</a></li>
</ul>
</div>
</div>
</div>
<p><!-- RELATED CLOSED --></h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyufirman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyufirman.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyufirman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyufirman.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyufirman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyufirman.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyufirman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyufirman.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyufirman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyufirman.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyufirman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyufirman.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyufirman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyufirman.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=87&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/02/sepak-bola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a69359824a16394eca8fff7884b3c98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyufirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.topnews.in/sports/files/David-Beckham.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KOTA SURAKARTA</title>
		<link>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/02/69/</link>
		<comments>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/02/69/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 04:45:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyufirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPARIWISATAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyufirman.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Kota Surakarta Lambang Kota Surakarta Peta lokasi Kota Surakarta Koordinat : - Motto: Mulat sarira angrasa wani &#8220;Introspeksi diri, merasa berani.&#8221; Provinsi Jawa Tengah Ibu kota {{{ibukota}}} Luas 44,04 km² Penduduk · Jumlah 534.540 (2007) · Kepadatan &#8211; jiwa/km² Pembagian administratif · Kecamatan 5 · Desa/kelurahan 51 Dasar hukum - Tanggal - Hari jadi {{{hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=69&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kota Surakarta<br />
Lambang Kota Surakarta</p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/88/Lambang_Surakarta-edit.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/88/Lambang_Surakarta-edit.png" border="0" alt="Berkas:Lambang Surakarta-edit.png" width="211" height="268" /></a></p>
<p>Peta lokasi Kota Surakarta</p>
<p><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/47/Lokasi_Surakarta.png"></a></p>
<p><a class="image" title="Lokasi Surakarta.png" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Lokasi_Surakarta.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/47/Lokasi_Surakarta.png/300px-Lokasi_Surakarta.png" border="0" alt="" width="338" height="220" /></a><br />
Koordinat : -<br />
Motto: Mulat sarira angrasa wani<br />
&#8220;Introspeksi diri, merasa berani.&#8221;<br />
Provinsi Jawa Tengah<br />
Ibu kota {{{ibukota}}}<br />
Luas 44,04 km²<br />
Penduduk<br />
· Jumlah 534.540 (2007)<br />
· Kepadatan &#8211; jiwa/km²<br />
Pembagian administratif<br />
· Kecamatan 5<br />
· Desa/kelurahan 51<br />
Dasar hukum -<br />
Tanggal -<br />
Hari jadi {{{hari jadi}}}<br />
Walikota Ir. Joko Widodo dan F.X. Hadi Rudyatmo<br />
Kode area telepon 0271<br />
APBD {{{apbd}}}<br />
DAU 639,6 milyar rupiah (2007, total anggaran)<br />
Suku bangsa Jawa, Tionghoa, Arab<br />
Bahasa Jawa, Indonesia<br />
Agama Kejawen, Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Buddha<br />
Flora resmi {{{flora}}}<br />
Fauna resmi {{{fauna}}}<br />
Zona waktu {{{zona waktu}}}<br />
Bandar udara {{{bandar udara}}}<span id="more-69"></span></p>
<p>Kota Surakarta (juga Solo, Sala, dan [tidak dipakai lagi] Salakarta) adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Di Indonesia, Surakarta merupakan kota peringkat kesepuluh terbesar (setelah Yogyakarta). Sisi timur kota ini dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu lagu keroncong, Bengawan Solo. Kota ini dulu juga tempat kedudukan dari residen, yang membawahi Karesidenan Surakarta di masa awal kemerdekaan. Jabatan residen sekarang dihapuskan dan diganti menjadi &#8220;pembantu gubernur untuk wilayah Surakarta&#8221;. Kota Surakarta memiliki semboyan BERSERI yang merupakan akronim dari Bersih, Sehat, Rapi, dan Indah. Untuk kepentingan pemasaran pariwisata, Solo mengambil slogan pariwisata Solo the Spirit of Java yang diharapkan bisa membangun citra kota Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa.</p>
<div></div>
<p><code></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Geografi" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Geografi</span></h2>
<p>Kota Solo terletak sekitar 65 km timur laut <a class="mw-redirect" title="Yogyakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Yogyakarta">Yogyakarta</a> dan 100 km tenggara <a class="mw-redirect" title="Semarang" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Semarang">Semarang</a>. Lokasi kota ini berada di dataran rendah (hampir 100m di atas permukaan laut) yang diapit <a title="Gunung Merapi" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Gunung_Merapi">Gunung Merapi</a> di barat dan <a title="Gunung Lawu" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Gunung_Lawu">Gunung Lawu</a> di timur. Agak jauh di selatan terbentang <a title="Pegunungan Sewu" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Pegunungan_Sewu">Pegunungan Sewu</a>. Di sebelah timur mengalir Bengawan Solo dan di bagian utara mengalir Kali Pepe yang merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai Solo.</p>
<p><a title="Tanah" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Tanah">Tanah</a> di Solo bersifat pasiran dengan komposisi mineral muda yang tinggi sebagai akibat aktivitas vulkanik kedua gunung api yang telah disebutkan di atas. Komposisi ini, ditambah dengan ketersediaan air yang cukup melimpah, menyebabkan dataran rendah ini sangat baik untuk budidaya tanaman pangan, sayuran, dan industri, seperti tembakau dan tebu. Namun demikian, sejak 20 tahun terakhir industri manufaktur dan pariwisata berkembang pesat sehingga banyak terjadi perubahan peruntukan lahan untuk kegiatan industri dan perumahan penduduk.</p>
<p><a id="Batas-batas_administrasi" name="Batas-batas_administrasi"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Batas-batas administrasi" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Batas-batas administrasi</span></h3>
<p>Surakarta berbatasan dengan <a class="mw-redirect" title="Karanganyar" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Karanganyar">Kabupaten Karanganyar</a> dan <a class="mw-redirect" title="Boyolali" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Boyolali">Kabupaten Boyolali</a> di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan <a class="mw-redirect" title="Sukoharjo" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Sukoharjo">Kabupaten Sukoharjo</a> di sebelah timur dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan.</p>
<p><a id="Sejarah_Kota_Surakarta" name="Sejarah_Kota_Surakarta"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Sejarah Kota Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Sejarah Kota Surakarta</span></h2>
<p><a id="Masa_awal_dan_pra-Republik" name="Masa_awal_dan_pra-Republik"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Masa awal dan pra-Republik" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=4">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Masa awal dan pra-Republik</span></h3>
<p>Kota Surakarta didirikan pada tahun <a title="1745" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1745">1745</a>, ditandai dengan dimulai pembangunan Keraton <a title="Kesultanan Mataram" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kesultanan_Mataram">Mataram</a> sebagai ganti keraton di <a title="Kartasura" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kartasura">Kartasura</a> yang hancur akibat pemberontakan orang-orang Tionghoa melawan kekuasaan Pakubuwono (PB) II yang bertakhta di Kartasura pada tahun 1742. Pemberontakan ini bahkan mengakibatkan PB II menyingkir ke <a class="mw-redirect" title="Ponorogo" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Ponorogo">Ponorogo</a>, <a title="Jawa Timur" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a>.</p>
<p>Dengan bantuan <a class="mw-redirect" title="VOC" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/VOC">VOC</a>, pemberontakan dapat ditumpas dan Kartasura direbut kembali, tapi keraton sudah hancur dan dianggap "tercemar". Sunan Pakubuwana II lalu memerintahkan <a class="new" title="Tumenggung Honggowongso (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Tumenggung_Honggowongso&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tumenggung Honggowongso</a> dan <a class="new" title="Tumenggung Mangkuyudo (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Tumenggung_Mangkuyudo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tumenggung Mangkuyudo</a> serta komandan pasukan Belanda <a class="new" title="J.A.B. van Hohendorff (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=J.A.B._van_Hohendorff&amp;action=edit&amp;redlink=1">J.A.B. van Hohendorff</a> untuk mencari lokasi <a title="Ibu kota" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Ibu_kota">ibu kota</a> <a title="Kesultanan Mataram" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kesultanan_Mataram">Kesultanan Mataram</a> yang baru. Untuk itu dibangunlah <a title="Keraton" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Keraton">keraton</a> baru 20 km ke arah tenggara dari Kartasura, pada 1745, tepatnya di Desa Sala di tepi Bengawan Solo. Kelak namanya berubah menjadi Surakarta. (Catatan-catatan lama menyebut bentuk antara "Salakarta"<sup class="reference"><a href="http://wahyufirman.wordpress.com/wp-admin/#cite_note-0">[1]</a></sup>). Pembangunan kraton baru ini menurut catatan menggunakan bahan kayu <a title="Jati" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Jati">jati</a> dari kawasan <em>Alas Kethu</em>, hutan di dekat Wonogiri Kota dan kayunya dihanyutkan melalui sungai. Secara resmi, keraton mulai ditempati tanggal <a title="17 Februari" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/17_Februari">17 Februari</a> <a title="1745" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1745">1745</a> (atau Rabu Pahing 14 Sura 1670 <a class="mw-redirect" title="Penanggalan Jawa" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Penanggalan_Jawa">Penanggalan Jawa</a>, <a title="Wuku" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Wuku">Wuku</a> Landep, <a title="Windu" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Windu">Windu</a> Sancaya).</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" title="Surat Perjanjian Giyanti dari tahun 1755 yang sekarang disimpan di Arsip Nasional RI." href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:MsGiyanti.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/03/MsGiyanti.jpg/180px-MsGiyanti.jpg" border="0" alt="" width="180" height="247" /></a></div>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:MsGiyanti.jpg"><img src="http://wahyufirman.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Surat Perjanjian Giyanti dari tahun <a title="1755" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1755">1755</a> yang sekarang disimpan di Arsip Nasional RI.</div>
</div>
<table class="gallery" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div class="gallerybox" style="width:155px;">
<div class="thumb" style="width:150px;padding:13px 0;">
<div style="margin-left:auto;width:120px;margin-right:auto;"><a class="image" title="Lambang Pakubuwana.png" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Lambang_Pakubuwana.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/e/ef/Lambang_Pakubuwana.png/77px-Lambang_Pakubuwana.png" border="0" alt="" width="77" height="119" /></a></div>
</div>
<div class="gallerytext">
<p>Lambang Kasunanan Surakarta</p></div>
</div>
</td>
<td>
<div class="gallerybox" style="width:155px;">
<div class="thumb" style="width:150px;padding:13px 0;">
<div style="margin-left:auto;width:120px;margin-right:auto;"><a class="image" title="Lambang Mangkunegara-edit.png" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Lambang_Mangkunegara-edit.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/61/Lambang_Mangkunegara-edit.png/113px-Lambang_Mangkunegara-edit.png" border="0" alt="" width="113" height="120" /></a></div>
</div>
<div class="gallerytext">
<p>Lambang Praja Mangkunagaran</p></div>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Berlakunya <a title="Perjanjian Giyanti" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Perjanjian_Giyanti">Perjanjian Giyanti</a> (<a title="13 Februari" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/13_Februari">13 Februari</a> <a title="1755" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1755">1755</a>) menyebabkan Surakarta menjadi pusat pemerintahan <a title="Kasunanan Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kasunanan_Surakarta">Kasunanan Surakarta</a>, dengan rajanya PB III. Yogyakarta menjadi pusat pemerintahan <a class="mw-redirect" title="Kasultanan Yogyakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kasultanan_Yogyakarta">Kasultanan Yogyakarta</a>, dengan rajanya Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono (HB) I). Keraton dan kota Yogyakarta mulai dibangun pada <a title="1755" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1755">1755</a>, dengan pola tata kota yang sama dengan Surakarta yang lebih dulu dibangun.</p>
<p><a title="Perjanjian Salatiga" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Perjanjian_Salatiga">Perjanjian Salatiga</a> <a title="1757" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1757">1757</a> memperluas wilayah kota ini, dengan diberikannya wilayah sebelah utara keraton kepada pihak <a class="mw-redirect" title="Pangeran Sambernyawa" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Pangeran_Sambernyawa">Pangeran Sambernyawa</a> (Mangkunagara I). Sejak saat itu, Sala merupakan kota dengan dua sistem administrasi, yang berlaku hingga 1945, pada masa <a class="new" title="Perang Kemerdekaan (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Perang_Kemerdekaan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Perang Kemerdekaan</a> Republik <a title="Indonesia" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Indonesia">Indonesia</a> (RI).</p>
<p><a id="Masa_Perang_Kemerdekaan_1945-1949" name="Masa_Perang_Kemerdekaan_1945-1949"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Masa Perang Kemerdekaan 1945-1949" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=5">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Masa Perang Kemerdekaan 1945-1949</span></h3>
<p>Situasi di Solo (dan wilayah pengaruhnya) pada masa ini sangat menyedihkan. Terjadi sejumlah peristiwa politik yang menjadikan wilayah Solo kehilangan hak otonominya; nasib yang berbeda dengan Yogyakarta.</p>
<p><a id="D.I._Surakarta_dan_Pemberontakan_Tan_Malaka" name="D.I._Surakarta_dan_Pemberontakan_Tan_Malaka"></a></p>
<h4><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: D.I. Surakarta dan Pemberontakan Tan Malaka" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=6">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">D.I. Surakarta dan Pemberontakan Tan Malaka</span></h4>
<p>Begitu mendengar pengumuman tentang kemerdekaan RI, pemimpin Mangkunegaran (Mangkunegara VIII dan Susuhunan Sala (Pakubuwana XII) mengirim kabar dukungan ke Presiden RI Soekarno dan menyatakan bahwa wilayah Surakarta (Mangkunegaran dan Kasunanan) adalah bagian dari RI. Sebagai reaksi atas pengakuan ini, Presiden RI Soekarno menetapkan pembentukan propinsi Daerah Istimewa Surakarta (DIS).<sup class="noprint Inline-Template"><span style="white-space:nowrap;" title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.">[<em><a class="mw-redirect" title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</span></sup></p>
<p>Pada Oktober 1945, terbentuk gerakan swapraja/anti-monarki/anti-feodal di Surakarta, yang salah satu pimpinannya adalah <a title="Tan Malaka" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Tan_Malaka">Tan Malaka</a>, tokoh <a title="Partai Komunis Indonesia" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Partai_Komunis_Indonesia">Partai Komunis Indonesia</a> (PKI). Tujuan gerakan ini adalah membubarkan DIS, dan menghapus Mangkunegaran dan Kasunanan. Gerakan ini di kemudian hari dikenal sebagai Pemberontakan Tan Malaka. Motif lain adalah perampasan tanah-tanah pertanian yang dikuasai kedua monarki untuk dibagi-bagi ke petani (<em>landreform</em>) oleh gerakan <a title="Komunisme" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Komunisme">komunis</a>.<sup class="noprint Inline-Template"><span style="white-space:nowrap;" title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.">[<em><a class="mw-redirect" title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</span></sup></p>
<p>Tanggal 17 Oktober 1945, <a title="Wazir" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Wazir">wazir</a> (penasihat raja) Susuhunan, KRMH Sosrodiningrat diculik dan dibunuh oleh gerakan Swapraja. Hal ini diikuti oleh pencopotan bupati-bupati di wilayah Surakarta yang merupakan kerabat Mangkunegara dan Susuhunan. Bulan Maret 1946, wazir yang baru, KRMT Yudonagoro, juga diculik dan dibunuh gerakan Swapraja. Pada bulan April 1946, sembilan pejabat Kepatihan juga mengalami hal yang sama.</p>
<p>Karena banyaknya kerusuhan, penculikan, dan pembunuhan, maka tanggal 16 Juni 1946 pemerintah RI membubarkan DIS dan menghilangkan kekuasaan politik Mangkunegaran dan Kasunanan. Sejak saat itu keduanya kehilangan hak otonom menjadi suatu keluarga/trah biasa dan keraton/istana berubah fungsi sebagai tempat pengembangan seni dan budaya Jawa. Keputusan ini juga mengawali kota Solo di bawah satu administrasi. Selanjutnya dibentuk <a title="Karesidenan Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Karesidenan_Surakarta">Karesidenan Surakarta</a> yang mencakup wilayah-wilayah <a title="Kasunanan Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kasunanan_Surakarta">Kasunanan Surakarta</a> dan <a class="mw-redirect" title="Praja Mangkunegaran" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Praja_Mangkunegaran">Praja Mangkunegaran</a>, termasuk kota swapraja Surakarta. Tanggal 16 Juni diperingati setiap tahun sebagai hari kelahiran kota Surakarta.</p>
<p>Tanggal 26 Juni 1946 terjadi penculikan terhadap <a title="Perdana Menteri" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Perdana_Menteri">PM</a> <a title="Sutan Syahrir" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Sutan_Syahrir">Sutan Syahrir</a> di Surakarta oleh sebuah kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Mayor Jendral <a class="new" title="Soedarsono (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Soedarsono&amp;action=edit&amp;redlink=1">Soedarsono</a> dan 14 pimpinan sipil, di antaranya Tan Malaka, dari Partai Komunis Indonesia. PM Syahrir ditahan di suatu rumah peristirahatan di Paras. Presiden Soekarno sangat marah atas aksi pemberontakan ini dan memerintahkan Polisi Surakarta menangkap para pimpinan pemberontak. Tanggal 1 Juli 1946, ke 14 pimpinan berhasil ditangkap dan dijebloskan ke penjara Wirogunan. Namun, pada tanggal 2 Juli 1946, tentara Divisi 3 yang dipimpin Mayor Jendral Soedarsono menyerbu penjara Wirogunan dan membebaskan ke 14-pimpinan pemberontak.</p>
<p>Presiden Soekarno lalu memerintahkan Letnan Kolonel <a title="Soeharto" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Soeharto">Soeharto</a>, pimpinan tentara di Surakarta, untuk menangkap Mayjen Soedarsono dan pimpinan pemberontak. Namun demikian Soeharto menolak perintah ini karena dia tidak mau menangkap pimpinan/atasannya sendiri. Dia hanya mau menangkap para pemberontak kalau ada perintah langsung dari Kepala Staf militer RI, Jendral Soedirman. Presiden Soekarno sangat marah atas penolakan ini dan menjuluki Lt. Kol. Soeharto sebagai perwira keras kepala (<a title="Bahasa Belanda" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Bahasa_Belanda">bahasa Belanda</a> <em>koppig</em>).<sup class="reference"><a href="http://wahyufirman.wordpress.com/wp-admin/#cite_note-1">[2]</a></sup></p>
<p>Tanggal 3 Juli 1946, Mayjen Soedarsono dan pimpinan pemberontak berhasil dilucuti senjatanya dan ditangkap di dekat Istana Presiden di Yogyakarta oleh pasukan pengawal presiden, setelah Letkol. Soeharto berhasil membujuk mereka untuk menghadap Presiden Soekarno. Peristiwa ini lalu dikenal sebagai pemberontakan 3 Juli 1946 yang gagal. PM Syahrir berhasil dibebaskan dan Mayjen Soedarsono serta pimpinan pemberontak dihukum penjara walaupun beberapa bulan kemudian para pemberontak diampuni oleh Presiden Soekarno dan dibebaskan dari penjara.</p>
<p><a id="Serangan_Umum_7_Agustus_1949" name="Serangan_Umum_7_Agustus_1949"></a></p>
<h4><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Serangan Umum 7 Agustus 1949" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=7">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Serangan Umum 7 Agustus 1949</span></h4>
<p>Dari tahun 1945 sampai 1948, Belanda berhasil menguasai kembali sebagian besar wilayah Indonesia (termasuk Jawa), kecuali Yogyakarta, Surakarta dan daerah-daerah sekitarnya.</p>
<p>Pada Desember 1948, Belanda menyerbu wilayah RI yang tersisa, mendudukinya dan menyatakan RI sudah hancur dan tidak ada lagi. Jendral Soedirman menolak menyerah dan mulai bergerilya di hutan-hutan dan desa-desa di sekitar kota Yogyakarta dan Surakarta.</p>
<p>Untuk membantah klaim Belanda, maka Jendral Soedirman merencanakan "Serangan Oemoem" yaitu serangan besar-besaran yang bertujuan menduduki kota Yogyakarta dan Surakarta selama beberapa jam. "Serangan Oemoem" di Surakarta terjadi pada tanggal 7 Agustus 1949 dipimpin oleh Letnan Kolonel <a class="mw-redirect" title="Slamet Riyadi" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Slamet_Riyadi">Slamet Riyadi</a>. Untuk memperingati peristiwa ini maka jalan utama di kota Surakarta dinamakan "Jalan Slamet Riyadi".</p>
<p>Kepemimpinan Slamet Riyadi - yang gugur di pertempuran melawan gerakan separatis <a title="RMS" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/RMS">RMS</a> - pada Serangan Umum ini sangat mengejutkan pimpinan tentara Belanda (Van Ohl ?), yang sempat berkata Slamet Riyadi lebih pantas menjadi anaknya, ketika acara penyerahan kota Solo.</p>
<p><a id="Kependudukan" name="Kependudukan"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Kependudukan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=8">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Kependudukan</span></h2>
<p>Jumlah penduduk kota Surakarta pada tahun <a title="2003" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/2003">2003</a> adalah 552.542 jiwa terdiri dari 270.721 laki-laki dan 281.821 wanita, tersebar di lima kecamatan yang meliputi 51 kelurahan. Perbandingan kelaminnya 96,06% yang berarti setiap 100 orang wanita terdapat 96 orang laki-laki. Angka ketergantungan penduduknya sebesar 66%. Jumlah penduduk tahun 2003 jika dibandingkan dengan jumlah penduduk hasil sensus tahun 2000 yang sebesar 488.834 jiwa, berarti dalam 3 tahun mengalami kenaikan sebanyak 83.708 jiwa.<sup class="noprint Inline-Template"><span style="white-space:nowrap;" title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.">[<em><a class="mw-redirect" title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</span></sup> Catatan dari tahun 1880 <sup class="reference"><a href="http://wahyufirman.wordpress.com/wp-admin/#cite_note-2">[3]</a></sup> memberikan cacah penduduk 124.041 jiwa.</p>
<p>Jika wilayah penyangga Surakarta juga digabungkan secara keseluruhan (<strong>Soloraya</strong> - Surakarta + Kartasura, Colomadu, Baki, Grogol, Palur), maka luasnya adalah 130 km². Penduduknya berjumlah 850.000 jiwa.<sup class="noprint Inline-Template"><span style="white-space:nowrap;" title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.">[<em><a class="mw-redirect" title="Wikipedia:Mengutip sumber" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber">rujukan?</a></em>]</span></sup></p>
<p><a id="Pembagian_Administratif" name="Pembagian_Administratif"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Pembagian Administratif" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=9">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pembagian Administratif</span></h2>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:302px;"><a class="image" title="Balai kota Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Surakarta_City_Hall.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/56/Surakarta_City_Hall.jpg/300px-Surakarta_City_Hall.jpg" border="0" alt="" width="300" height="224" /></a></div>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Surakarta_City_Hall.jpg"><img src="http://wahyufirman.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Balai kota Surakarta</p></div>
</div>
<p>Surakarta dibagi menjadi lima <a title="Kecamatan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kecamatan">kecamatan</a>. Setiap kecamatan dibagi menjadi <a title="Kelurahan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kelurahan">kelurahan</a>, lalu setiap kelurahan dibagi menjadi kampung-kampung yang kurang lebih setara dengan <a title="Rukun Warga" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Rukun_Warga">Rukun Warga</a>.</p>
<p>Kecamatan di Surakarta:</p>
<ul>
<li><a title="Banjarsari, Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Banjarsari,_Surakarta">Kecamatan Banjarsari</a></li>
<li><a title="Jebres, Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Jebres,_Surakarta">Kecamatan Jebres</a></li>
<li><a title="Lawiyan, Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Lawiyan,_Surakarta">Kecamatan Lawiyan</a> (disebut juga Laweyan)</li>
<li><a title="Pasar Kliwon, Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Pasar_Kliwon,_Surakarta">Kecamatan Pasar Kliwon</a></li>
<li><a title="Serengan, Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Serengan,_Surakarta">Kecamatan Serengan</a></li>
</ul>
<p><a id="Solo_Baru" name="Solo_Baru"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Transportasi" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=11">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Transportasi</span></h2>
<p>Kota Surakarta terletak di pertemuan antara jalur selatan Jawa dan jalur Semarang-Madiun, yang menjadikan posisinya yang strategis sebagai <a class="new" title="Kota transit (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_transit&amp;action=edit&amp;redlink=1">kota transit</a>. Jalur kereta api dari jalur utara dan jalur selatan Jawa juga terhubung di kota ini.</p>
<p><a id="Angkutan_darat" name="Angkutan_darat"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Angkutan darat" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=12">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Angkutan darat</span></h3>
<p>Terminal bus besar kota ini bernama <a class="new" title="Terminal Tirtonadi (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Terminal_Tirtonadi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tirtonadi</a> yang beroperasi 24 jam karena merupakan jalur antara yang menghubungkan angkutan bus dari <a title="Jawa Timur" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a> (terutama <a class="mw-redirect" title="Surabaya" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Surabaya">Surabaya</a> dan <a class="mw-redirect" title="Banyuwangi" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Banyuwangi">Banyuwangi</a>) dan <a title="Jawa Barat" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Jawa_Barat">Jawa Barat</a> (<a class="mw-redirect" title="Bandung" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Bandung">Bandung</a>).</p>
<p>Stasiun <a title="Kereta api" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kereta_api">kereta api</a> utama bernama <a title="Stasiun Solo Balapan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Stasiun_Solo_Balapan">Stasiun Solo Balapan</a> yang merupakan stasiun untuk pemberangkatan kereta api kelas Bisnis dan Eksekutif dan terletak berdekatan dengan terminal bus Tirtonadi, suatu hal yang jarang dijumpai di Indonesia. Hubungan perjalanan dari setasiun ini cukup baik, mencakup semua kota besar di <a title="Jawa" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Jawa">Jawa</a> secara langsung dan hampir dalam semua kelas. Di Kota Surakarta juga terdapat tiga setasiun kereta api lain yang lebih kecil, yang salah satunya (Stasiun Solo Kota) dihubungkan dengan rel yang berada tepat sejajar di tepi jalan, satu-satunya yang masih difungsikan di Indonesia. Dua stasiun lainnya adalah Stasiun Purwosari dan Stasiun Palur, kedua stasiun ini melayani penumpang kereta api kelas ekonomi.</p>
<p><a id="Angkutan_udara" name="Angkutan_udara"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Angkutan udara" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=13">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Angkutan udara</span></h3>
<p>Surakarta memiliki bandar udara internasional <a class="mw-redirect" title="Bandara Adisumarmo" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Bandara_Adisumarmo">Adisumarmo</a> (dulu bernama "Panasan", sebenarnya terletak di wilayah perbatasan Kabupaten <a class="mw-redirect" title="Karanganyar" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Karanganyar">Karanganyar</a> dan <a class="mw-redirect" title="Boyolali" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Boyolali">Boyolali</a> tapi letak bandara terletak di kabupaten boyolali) yang terhubung ke <a class="mw-redirect" title="Jakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Jakarta">Jakarta</a>,<a title="Kuala Lumpur" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kuala_Lumpur">Kuala Lumpur</a> dan <a title="Singapura" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Singapura">Singapura</a>. Waktu tempuh perjalanan udara dengan Jakarta berlangsung kurang lebih 50 menit. Beberapa operator penerbangan yang melayani rute dari/ke kota Solo antara lain <a title="Garuda Indonesia" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Garuda_Indonesia">Garuda Indonesia</a>, <a title="Lion Air" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Lion_Air">Lion Air</a>, <a title="Adam Air" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Adam_Air">Adam Air</a>, <a title="Sriwijaya Air" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Sriwijaya_Air">Sriwijaya Air</a>, <a class="new" title="Indonesia Air Asia (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Indonesia_Air_Asia&amp;action=edit&amp;redlink=1">Indonesia Air Asia</a>, <a class="new" title="Mandala Air (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Mandala_Air&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mandala Air</a>, <a class="mw-redirect" title="Air Asia" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Air_Asia">Air Asia</a>, <a class="mw-redirect" title="Silk Air" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Silk_Air">Silk Air</a>, dll. Bandar udara ini juga menjadi pusat pemberangkatan dan penerimaan <a title="Haji" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Haji">haji</a> dari <a class="new" title="Asrama Haji Donohudan (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Asrama_Haji_Donohudan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Asrama Haji Donohudan</a> <a class="mw-redirect" title="Boyolali" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Boyolali">Boyolali</a> Indonesia.</p>
<p><a id="Angkutan_kota" name="Angkutan_kota"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Angkutan kota" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=14">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Angkutan kota</span></h3>
<p>Angkutan umum dalam kota mencakup <a title="Bus kota" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Bus_kota">bus kota</a>, <a class="mw-redirect" title="Angkot" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Angkot">angkot</a>, <a title="Taksi" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Taksi">taksi</a>, <a title="Becak" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Becak">becak</a>, dan <a title="Andong" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Andong">andong</a>.</p>
<p><a id="Arsitektur_dan_peninggalan_sejarah" name="Arsitektur_dan_peninggalan_sejarah"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Arsitektur dan peninggalan sejarah" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=15">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Arsitektur dan peninggalan sejarah</span></h2>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:302px;"><a class="image" title="Keraton Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Portal_Karaton_Surakarta.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e9/Portal_Karaton_Surakarta.jpg/300px-Portal_Karaton_Surakarta.jpg" border="0" alt="" width="300" height="224" /></a></div>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Portal_Karaton_Surakarta.jpg"><img src="http://wahyufirman.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Keraton Surakarta</p></div>
</div>
<p>Sebagai kota yang sudah berusia hampir 250 tahun, Surakarta memiliki banyak kawasan dengan situs bangunan tua bersejarah. Selain bangunan tua yang terpencar dan berserakan di berbagai lokasi, ada juga yang terkumpul di sekian lokasi sehingga membentuk beberapa kawasan kota tua, dengan latar belakang sosialnya masing-masing.</p>
<p>Kraton Kasunanan Surakarta tentu saja adalah bangunan paling pokok dalam konsep penataan ruang Solo. Perencanaan kraton ini mirip dengan konsep yang digunakan dalam pembangunan Kraton <a class="mw-redirect" title="Kesultanan Yogyakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kesultanan_Yogyakarta">Kesultanan Yogyakarta</a>.</p>
<p>Solo merupakan salah satu kota pertama di Indonesia yang dibangun dengan konsep tata kota modern. Kraton yang dibangun berdekatan dengan <a title="Bengawan Solo" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Bengawan_Solo">Bengawan Solo</a> selalu terancam banjir. Karena itu dibangunlah tanggul yang hingga kini masih dapat dilihat membentang dari selatan wilayah Jurug hingga kawasan Solo Baru.</p>
<p><a class="new" title="Boulevard (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Boulevard&amp;action=edit&amp;redlink=1">Boulevard</a> yang memanjang lurus dari arah barat laut menuju ke depan alun-alun istana (sekarang Jalan Slamet Riyadi) dirancang untuk mengarahkan pandangan ke arah <a title="Gunung Merbabu" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Gunung_Merbabu">Gunung Merbabu</a>.</p>
<p>Terdapat pula pengelompokan pemukiman untuk warga pendatang. Kawasan Pasar Gede (<a title="Pasar Gede Harjonagoro" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Pasar_Gede_Harjonagoro">Pasar Gedhe Hardjonagoro</a>) dan Pasar Balong merupakan tempat perkampungan orang Tionghoa, sementara kawasan pemukiman orang Arab (kebanyakan dari <a title="Hadramaut" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Hadramaut">Hadramaut</a>) terletak di kawasan Pasar Kliwon.</p>
<p>Pedagang batik Jawa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 banyak mendirikan usaha dan tempat tinggal di kawasan Laweyan (sekarang mencakup Kampung Laweyan, Tegalsari, Tegalayu, Tegalrejo, Sondakan, Batikan, dan Jongke). Di kawasan ini juga didirikan pertama kali organisasi bercorak Islam-nasional yang pertama di Indonesia oleh Haji <a title="Samanhudi" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Samanhudi">Samanhudi</a>, <a class="mw-redirect" title="Serikat Dagang Islam" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Serikat_Dagang_Islam">Syarikat Dagang Islam</a> pada tanggal <a title="16 Oktober" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/16_Oktober">16 Oktober</a> <a title="1905" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1905">1905</a>.<sup class="reference"><a href="http://wahyufirman.wordpress.com/wp-admin/#cite_note-3">[4]</a></sup> Bekas kejayaan para pedagang batik pribumi <em>tempo doeloe</em> ini bisa dilihat dari sejumlah rumah mewah di Jalan Dr. Rajiman. Di kawasan ini, mereka memang menunjukkan kejayaannya dengan berlomba membangun rumah besar yang mewah dengan arsitektur cantik namun terlindungi oleh pagar-pagar yang tinggi dengan gerbang ("regol") yang besar.</p>
<p>Di dalam kompleks kraton terdapat perkampungan Kauman yang dulunya merupakan kompleks tempat tinggal para kaum ulama kerajaan dan kerabatnya. Kompleks ini terletak di belakang (barat) Masjid Agung keraton. Beberapa nama kampung di kawasan ini masih menunjukkan jejak tersebut, seperti Pengulon (dari kata "penghulu"), Trayeman, Sememen, Kinongan, Modinan, serta Gontoran. Perkampungan ini dipenuhi beragam arsitektur rumah gedung dengan ornamen hiasan dan model rumah gaya campuran Eropa-Jawa-Tiongkok. Awalnya, Kampung Kauman yang berada di sisi barat depan Keraton Kasunanan ini diperuntukkan bagi tempat tinggal (kaum) ulama kerajaan dan kerabatnya.</p>
<p>Kawasan Solo utara, yang ditata oleh pihak <a class="mw-redirect" title="Mangkunagaran" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Mangkunagaran">Mangkunagaran</a>, juga memiliki jejak arsitektur yang banyak mendapat sentuhan Eropa. Bagian utara kota Solo dilewati oleh Kali Pepe, yang seperti Bengawan Solo juga berkali-kali menimbulkan bencana banjir. Pembangunan tanggul kali dan pintu air, saluran drainasi, MCK (mandi-cuci-kakus, yang pertama kali diterapkan), serta penempatan kantor kelurahan yang selalu berada pada perempatan jalan, merupakan beberapa jejak yang masih dapat dilihat sekarang, yang pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan <a title="Mangkunagara IV" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Mangkunagara_IV">Mangkunagara IV</a>.</p>
<p><a id="Benteng_Vastenburg" name="Benteng_Vastenburg"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Benteng Vastenburg" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=16">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Benteng Vastenburg</span></h3>
<p>Di kota Surakarta terdapat pula bekas peninggalan kolonial Belanda yaitu <a class="new" title="Benteng Vastenburg (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Benteng_Vastenburg&amp;action=edit&amp;redlink=1">Benteng Vastenburg</a> yang dulu digunakan sebagai pusat pengawasan kolonial Belanda untuk mengawasi gerak-gerik <a class="mw-redirect" title="Keraton Kasunanan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Keraton_Kasunanan">Keraton Kasunanan</a>, namun sekarang keadaannya tidak terurus, di pusat kota Surakarta di dekat (sejalan dengan) <a class="new" title="Balaikota Surakarta (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Balaikota_Surakarta&amp;action=edit&amp;redlink=1">Balaikota Surakarta</a>. Dulu bangunan ini bernama "Grootmoedigheid" dan didirikan oleh <a title="Gubernur Jenderal" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Gubernur_Jenderal">Gubernur Jenderal</a> <a class="mw-redirect" title="Baron van Imhoff" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Baron_van_Imhoff">Baron van Imhoff</a> pada tahun <a title="1745" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1745">1745</a>. Benteng ini dahulu merupakan benteng pertahanan yang berkaitan dengan rumah Gubernur Belanda. Benteng dikelilingi oleh kompleks bangunan lain yang berfungsi sebagai bangunan rumah tinggal perwira dan asrama perwira. Bangunan benteng ini dikelilingi oleh tembok batu bata setinggi enam meter dengan konstruksi <em>bearing wall</em> serta parit dengan jembatan angkat sebagai penghubung. Setelah kemerdekaan pernah berfungsi sebagai kawasan militer dan asrama bagi <a title="Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Brigade_Infanteri_6/Trisakti_Baladaya">Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya</a> / <a class="mw-redirect" title="Kostrad" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kostrad">Kostrad</a>. Bangunan di dalam benteng dipetak-petak untuk rumah tinggal para prajurit dengan keluarganya.<sup class="reference"><a href="http://wahyufirman.wordpress.com/wp-admin/#cite_note-4">[5]</a></sup></p>
<p><a id="Gedung_Brigade_Infanteri" name="Gedung_Brigade_Infanteri"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Gedung Brigade Infanteri" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=17">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Gedung Brigade Infanteri</span></h3>
<p>Gedung Brigade <a title="Infanteri" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Infanteri">Infanteri</a> merupakan bangunan yang dibangun untuk melengkapi kompleks benteng pertahanan Vastenburg.</p>
<p><a id="Kantor_Kodim" name="Kantor_Kodim"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Kantor Kodim" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=18">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Kantor Kodim</span></h3>
<p>Dulunya terletak di Jalan Slamet Riyadi Surakarta, bangunan ini berkaitan erat dengan <a class="new" title="Loji Gandrung (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Loji_Gandrung&amp;action=edit&amp;redlink=1">Loji Gandrung</a> sebagai rumah komandan pasukan Belanda dan Benteng Vastenburg sebagai pusat pertahanan tentara Belanda di wilayah Surakarta. Sejak beberapa tahun terakhir, kantor Kodim yang baru berada di Jalan Ahmad Yani, sementara kantor yang lama dikembalikan ke pemilik. Setiawan Jodi pernah memiliki kantor kodim ini.</p>
<p><a id="Pasar_Gedhe_Hardjonagoro" name="Pasar_Gedhe_Hardjonagoro"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Pasar Gedhe Hardjonagoro" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=19">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pasar Gedhe Hardjonagoro</span></h3>
<dl>
<dd>
<div id="catmore" class="boilerplate"><a class="image" title="!" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" border="0" alt="!" width="20" height="20" /></a><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Pasar Gede Harjonagoro" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Pasar_Gede_Harjonagoro">Pasar Gede Harjonagoro</a></em></div>
</dd>
</dl>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:302px;"><a class="image" title="Pasar Gede Hardjonagoro" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Pasar_Gede_Harjonagoro.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/61/Pasar_Gede_Harjonagoro.jpg/300px-Pasar_Gede_Harjonagoro.jpg" border="0" alt="" width="300" height="225" /></a></div>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Pasar_Gede_Harjonagoro.jpg"><img src="http://wahyufirman.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Pasar Gede Hardjonagoro</p></div>
</div>
<p>Pada jaman kolonial Belanda, Pasar Gedhe merupakan sebuah pasar "kecil" yang didirikan di area seluas 10.421 meter persegi, berlokasi di persimpangan jalan dari kantor gubernur yang sekarang digunakan sebagai Balaikota Surakarta. Bangunan ini di desain oleh arsitek Belanda bernama Ir. <a class="mw-redirect" title="Thomas Karsten" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Thomas_Karsten">Thomas Karsten</a> yang selesai pembangunannya pada tahun <a title="1930" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1930">1930</a> dan diberi nama Pasar Gede Hardjanagara. Diberi nama Pasar Gedhe karena terdiri dari atap yang besar (<em>Gedhe</em> artinya besar dalam <a title="Bahasa Jawa" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Bahasa_Jawa">bahasa Jawa</a>). Seiring perkembangan waktu, pasar ini menjadi pasar terbesar dan termegah di Surakarta.</p>
<p>Awalnya pemungutan pajak (retribusi) dilakukan oleh <a class="new" title="Abdi dalem (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Abdi_dalem&amp;action=edit&amp;redlink=1">abdi dalem</a> Kraton Surakarta. Mereka mengenakan pakaian tradisional Jawa berupa jubah dari kain (lebar dan panjang dari bahan <a title="Batik" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Batik">batik</a> dipakai dari pinggang ke bawah), <a class="new" title="Beskap (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Beskap&amp;action=edit&amp;redlink=1">beskap</a> (semacam kemeja), dan <a title="Blangkon" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Blangkon">blangkon</a> (topi tradisional). Pungutan pajak kemudian akan diberikan ke Keraton Kasunanan.</p>
<p>Pasar Gedhe terdiri dari dua bangunan yang terpisah, masing masing terdiri dari dua lantai. Pintu gerbang di bangunan utama terlihat seperti atap singgasana yang bertuliskan 'PASAR GEDHE<em>.</em></p>
<p>Arsitektur Pasar Gedhe merupakan perpaduan antara gaya Belanda dan gaya tradisional. Pada tahun <a title="1947" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1947">1947</a>, Pasar Gedhe mengalami kerusakan karena serangan Belanda. Pemerintah Indonesia kemudian merenovasi kembali pada tahun <a title="1949" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1949">1949</a>. Perbaikan atap selesai pada tahun <a title="1981" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1981">1981</a>. Pemerintah Indonesia mengganti atap yang lama dengan atap dari kayu. Bangunan kedua dari pasar gedhe, digunakan untuk kantor <a class="new" title="DPU (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=DPU&amp;action=edit&amp;redlink=1">DPU</a> yang sekarang digunakan sebagai pasar buah.<sup class="reference"><a href="http://wahyufirman.wordpress.com/wp-admin/#cite_note-5">[6]</a></sup></p>
<p><a id="Pasar_Klewer" name="Pasar_Klewer"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Pasar Klewer" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=20">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pasar Klewer</span></h3>
<table class="noprint messagebox ambox-notice" border="0">
<tbody>
<tr>
<td class="ambox-image">
<div style="width:52px;"><a class="image" title="Wiki letter w.svg" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Wiki_letter_w.svg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Wiki_letter_w.svg/36px-Wiki_letter_w.svg.png" border="0" alt="" width="36" height="36" /></a></div>
</td>
<td class="ambox-text" style="width:100%;border-style:none;padding:.25em .9em;"><strong>Bagian ini membutuhkan <a class="external text" title="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit" rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit">pengembangan</a></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:302px;"><a class="image" title="Gapura Kraton dan Pasar Klewer (tampak belakang)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Pasar_Klewer.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/d/d1/Pasar_Klewer.jpg" border="0" alt="" width="300" height="300" /></a></div>
<div class="thumbcaption">Gapura Kraton dan Pasar Klewer (tampak belakang)</div>
</div>
<p>Pasar Klewer merupakan salah satu pasar batik terbesar di Indonesia. Pasar ini terletak di dekat <a class="mw-redirect" title="Keraton Kasunanan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Keraton_Kasunanan">Keraton Kasunanan</a> dan di seberang <a class="mw-redirect" title="Masjid Agung Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Masjid_Agung_Surakarta">Masjid Agung Surakarta</a></p>
<p><a id="Rumah_Sakit_Kadipolo" name="Rumah_Sakit_Kadipolo"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Rumah Sakit Kadipolo" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=21">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Rumah Sakit Kadipolo</span></h3>
<p>Rumah Sakit Kadipolo terletak di jalan Dr. <a title="Radjiman Wedyodiningrat" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Radjiman_Wedyodiningrat">Radjiman</a> dengan luas lahan sekitar 2,5 Ha. Rumah sakit ini didirikan pada masa pemerintahan Sunan <a class="mw-redirect" title="Paku Buwono X" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Paku_Buwono_X">Paku Buwono X</a>.</p>
<p>Pada mulanya bangunan ini dibangun khusus untuk poliklinik para abdi dalem kraton. Karena masalah biaya, pada tahun <a title="1948" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1948">1948</a> pengolahannya diserahkan kepada <a class="new" title="Pemda Surakarta (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Pemda_Surakarta&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pemda Surakarta</a> disatukan dengan pengolahan <a class="new" title="Rumah Sakit Mangkubumen (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Rumah_Sakit_Mangkubumen&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rumah Sakit Mangkubumen</a> dan <a class="new" title="Rumah Sakit Jebres (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Rumah_Sakit_Jebres&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rumah Sakit Jebres</a>. Namun dengan syarat bahwa keluarga kraton dan pegawai kraton yang dirawat di rumah sakit tersebut mendapat keringanan pembiayaan. Tahun <a title="1960" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1960">1960</a> pihak keraton menyerahkan Rumah Sakit Kadipolo sepenuhnya termasuk investasi bangunan berikut seluruh pegawai dan perawatnya kepada Pemda Surakarta.</p>
<p>Tanggal <a title="1 Juli" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1_Juli">1 Juli</a> <a title="1960" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1960">1960</a> mulai dirintis penggabungan Rumah Sakit Kadipolo dengan Rumah Sakit Jebres dan Rumah Sakit Mangkubumen di bawah satu direktur yaitu dr. <a class="new" title="Sutedjo (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Sutedjo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sutedjo</a>. Kemudian masing-masing rumah sakit mengadakan spesialisasi, RS. Jebres untuk anak-anak, RS. Kadipolo untuk penyakit dalam dan kandungan serta RS. Mangkubumen untuk korban kecelakaan.</p>
<p><a title="1 Agustus" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1_Agustus">1 Agustus</a> <a title="1976" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1976">1976</a> diadakan pemindahan pasien dari RS. Kadipolo ke RS. Mangkubumen sebagai persiapan berdirinya SPK (<a class="new" title="Sekolah Pendidikan Keperawatan (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Sekolah_Pendidikan_Keperawatan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sekolah Pendidikan Keperawatan</a>). Pemindahan pasien selesai sampai awal April 1977.</p>
<p><a title="24 April" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/24_April">24 April</a> <a title="1977" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1977">1977</a> SPK resmi berdiri dengan menempati bangunan RS. Kadipolo.</p>
<p>Kampus SPK hanya bertahan 5 tahun karena Februari <a title="1982" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1982">1982</a> <a title="Departemen Kesehatan Republik Indonesia" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Departemen_Kesehatan_Republik_Indonesia">Depkes</a> Pusat memerintahkan untuk mengosongkan RS. Kadipolo untuk dipindah ke kawasan Mojosongo.</p>
<p>Sejak tahun <a title="1985" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1985">1985</a> bangunan tersebut menjadi milik klub sepak bola <a class="new" title="Arseto (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Arseto&amp;action=edit&amp;redlink=1">Arseto</a> sebagi tempat tingal dan <em>mess</em> bagi para pemain Arseto Solo. Namun kini sebagian besar bangunan dibiarkan kosong tak terawat.<sup class="reference"><a href="http://wahyufirman.wordpress.com/wp-admin/#cite_note-6">[7]</a></sup></p>
<p><a id="Dalem_Poerwadiningratan" name="Dalem_Poerwadiningratan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Dalem Poerwadiningratan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=22">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Dalem Poerwadiningratan</span></h3>
<p>Dalem Purwodiningratan terletak di lingkungan dalam Keratonan, Baluwarti dan merupakan bangunan dalem yang terluas, terbesar dengan pagar tertinggi di lingkungan itu (90m x 100m atau sekitar 1 Ha).</p>
<p>Bangunan ini dibuat oleh Sunan <a class="mw-redirect" title="Paku Buwono IV" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Paku_Buwono_IV">Paku Buwono IV</a> bersamaan dengan dibangunnya <a class="new" title="Dalem Suryohamijayan (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Dalem_Suryohamijayan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dalem Suryohamijayan</a> dan <a class="new" title="Dalem Sasonomulyo (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Dalem_Sasonomulyo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dalem Sasonomulyo</a>. Ketika Dalem Poerwadiningratan selesai dibangun, Sinuhun PB IV berkenan untuk mengadakan <em>Lenggah Sinoko</em> (sidang pemerintahan dihadapan para menteri) di bangunan tersebut.</p>
<p>Dalem ini kemudian diserahkan kepada <a title="Ratu" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Ratu">Kanjeng Ratu</a> <a class="new" title="Pembayun (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Pembayun&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pembayun</a> yang dinikahi oleh <a class="mw-redirect" title="KPH" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/KPH">KGPH</a> <a class="new" title="Mangkubumi II (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Mangkubumi_II&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mangkubumi II</a>, kemudian diwariskan kepada <a class="mw-redirect" title="KPH" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/KPH">KPH</a> <a class="new" title="Riyo Atmodjo (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Riyo_Atmodjo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Riyo Atmodjo</a>. Putra beliau yang mendapatkan hak waris atas dalem adalah <a title="Raden Mas" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Raden_Mas">Kanjeng Raden Mas</a> <a class="new" title="Haryo Purwodiningrat Sepuh (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Haryo_Purwodiningrat_Sepuh&amp;action=edit&amp;redlink=1">Haryo Purwodiningrat Sepuh</a> dan kemudian pada putranya lagi Kanjeng Raden Mas <a class="new" title="Tumenggung Haryo Purwodiningrat (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Tumenggung_Haryo_Purwodiningrat&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tumenggung Haryo Purwodiningrat</a>.</p>
<p>Demikian hingga kawasan ini bernama Poerwadiningratan. (Menurut aturan Jawa, Dalem diberi nama sesuai dengan pemilik terakhir bangunan). Sampai sekarang Dalem Poerwodiningratan dimiliki oleh segenap keluarga keturunan Poerwadiningrat.</p>
<p>Rumah Jawa merupakan pencerminan diri pemilik-nya oleh karena itu seringkali pamor rumah Jawa akan berangsur-angsur turun atau hilang setelah pemiliknya meninggal dunia.</p>
<p>Kanjeng Raden Mas Tumenggung Haryo Poerwodiningrat adalah seorang <a title="Bupati" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Bupati">Bupati</a> <a class="new" title="Keraton Kasunanan Surakarta (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Keraton_Kasunanan_Surakarta&amp;action=edit&amp;redlink=1">Keraton Kasunanan Surakarta</a> yang pernah menjabat sebagai penguasa <a title="Taman Sriwedari" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Taman_Sriwedari">Sriwedari</a>. Seorang dengan wibawa besar yang tercermin dari dalem yang dimilikinya.</p>
<p>Pengaruh ini dirasakan menurun ketika beliau wafat (sesuai peribahasa Jawa <em>Yen ditinggal Ibu ora kopen ning yen ditinggal Bapak ora kajen</em>). Ini tercermin dari kebiasaan-kebiasaan penghormatan terhadap bangunan yang telah berubah. Misalnya kendaraan yang berlalu-lalang disekitar pendopo atau masuk pendopo tanpa melepas alas kaki.</p>
<p>Pada jaman KRTH Poerwodiningrat, pendatang yang masuk ke lingkungan dalem berjalan kaki bahkan berjalan jongkok di pendopo untuk menghormat. Halaman pendopo ditutup pasir untuk area duduk para abdi dalem yang sowan, dan ada tempat penyimpanan payung-payung untuk para tamu.</p>
<p>Seiring dengan berfungsinya bangunan sebagai kantor <a class="new" title="Departemen Pertanian dan Kehakiman (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Departemen_Pertanian_dan_Kehakiman&amp;action=edit&amp;redlink=1">Departemen Pertanian dan Kehakiman</a> (<a title="1947" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1947">1947</a>) kebiasaan ini mulai ditiadakan. Dalem Poerwodiningratan juga pernah digunakan sebagai SMP, SMA, SGA dari <a class="new" title="Yayasan Pendidikan Tjokroaminoto (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Yayasan_Pendidikan_Tjokroaminoto&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yayasan Pendidikan Tjokroaminoto</a> (sekitar tahun 1950–1960).</p>
<p>Poerwodiningratan juga mempunyai urutan ruang seperti halnya bangunan tradisional Jawa dengan paviliun di sekelilingnya. Paviliun kini ditinggali oleh keluarga Poerwadiningrat.</p>
<p>Dengan dasar (warah/petuah) filosofi dari Sunan <a class="mw-redirect" title="Paku Buwono X" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Paku_Buwono_X">Paku Buwono X</a> bahwa "<em>Budoyo Jowo iku ora bedo karo pusoko kadatone, lamun dipepetri bakal hamberkahi nanging lamun siniosio bakal tuwuh haladipun</em>" yang kurang lebih berarti budaya Jawa itu sama dengan pusaka keraton jika dihormati akan memberi berkah, namun jika disia-sia akan memberi hukuman. Untuk itu setiap malam Jumat <em>dalem pringgitan</em> diberi sesajian dengan persyaratan-persyaratan tertentu. Demikian pula pada tanggal 1 bulan Jawa dan setiap tahun pada <a class="new" title="Bulan Sapar (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Bulan_Sapar&amp;action=edit&amp;redlink=1">bulan Sapar</a> untuk memperingati berdirinya bangunan tersebut.</p>
<p>Layaknya bangunan kuno di Jawa, pada bangunan ini sering terjadi hal-hal aneh yang bersifat mistik terutama bila sesajian lupa disajikan di dalam pendopo.</p>
<p><a id="Masjid_Agoeng_Soerakarta" name="Masjid_Agoeng_Soerakarta"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Masjid Agoeng Soerakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=23">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Masjid Agoeng Soerakarta</span></h3>
<p>Masjid Agung Surakarta pada masa lalu merupakan Masjid Agung Negara. Semua pegawai pada Masjid Agung merupakan abdi dalem Keraton, dengan gelar dari keraton misalnya Kanjeng Raden Tumenggung Penghulu Tafsiranom (penghulu) dan Lurah Muadzin.</p>
<p>Masjid Agung dibangun oleh Sunan <a class="mw-redirect" title="Paku Buwono III" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Paku_Buwono_III">Paku Buwono III</a> tahun <a title="1763" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1763">1763</a> dan selesai pada tahun <a title="1768" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1768">1768</a>. Masjid ini merupakan masjid dengan katagori <a class="new" title="Masjid Jami (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Masjid_Jami&amp;action=edit&amp;redlink=1">Masjid Jami</a>, yaitu masjid yang digunakan untuk sholat lima waktu dan sholat Jumat. Dengan status Masjid Negara/Kerajaan karena segala keperluan masjid disediakan oleh kerajaan dan masjid juga dipergunakan untuk upacara keagamaan yang diselenggarakan kerajaan.</p>
<p>Masjid Agung merupakan kompleks bangunan seluas 19.180 meter persegi yang dipisahkan dari lingkungan sekitar dengan tembok pagar keliling setinggi 3,25 meter. Bangunan Masjid Agung Surakarta secara keseluruhan berupa bangunan tajug yang beratap tumpang tiga dan berpuncak mustaka.</p>
<p>Masjid Agung terdiri dari</p>
<ul>
<li>Serambi, mempunyai semacam lorong yang menjorok ke depan (tratag rambat) yang bagian depannya membentuk kuncung.</li>
<li>Ruang Sholat Utama, mempunyai 4 saka guru dan 12 saka rawa dengan mihrab dengan kelengkapan mimbar sebagai tempat <a class="new" title="Khotib (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Khotib&amp;action=edit&amp;redlink=1">Khotib</a> pada waktu <a class="mw-redirect" title="Sholat" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Sholat">Sholat</a> Jumat.</li>
<li>Pawestren, (tempat sholat untuk wanita) dan Balai Musyawarah,</li>
<li>Tempat ber<a title="Wudhu" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Wudhu">wudhu</a></li>
<li>Pagar Keliling, dibangun pada masa Sunan <a class="mw-redirect" title="Paku Buwono VIII" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Paku_Buwono_VIII">Paku Buwono VIII</a> tahun <a title="1858" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1858">1858</a>.</li>
<li>Pagongan, terdapat di kiri kanan pintu masuk masjid, bentuk dan ukuran bangunan sama yaitu berbentuk pendapa yang digunakan untuk tempat <a title="Gamelan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Gamelan">gamelan</a> ketika upacara <a title="Sekaten" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Sekaten">Sekaten</a> (Upacara Peringatan hari lahir Nabi Muhammad S.A.W.)</li>
<li>Istal dan garasi kereta untuk raja ketika Sholat Jumat dan <a class="new" title="Gerebeg (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Gerebeg&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gerebeg</a>, diperkirakan dibangun bersamaan dengan dibangunnya Masjid Agung Surakarta.</li>
<li>Gedung PGA Negeri, didirikan oleh Susuhunan <a class="mw-redirect" title="Paku Buwono X" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Paku_Buwono_X">Paku Buwono X</a> (<a title="1914" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1914">1914</a>) dan menjadi milik kraton.</li>
<li>Menara Adzan, mempunyai corak arsitektur menara <a class="new" title="Kutab Minar (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kutab_Minar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kutab Minar</a> di <a title="India" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/India">India</a>. Didirikan pada tahun <a title="1928" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1928">1928</a>.</li>
<li>Tugu Jam Istiwak, yaitu jam yang menggunakan patokan posisi matahari untuk menentukan waktu shollat.</li>
<li>Gedang Selirang, merupakan bangunan yang dipergunakan untuk para abdi dalem yang mengurusi masjid Agung.</li>
</ul>
<p><a id="Masjid_Mangkoenegaran" name="Masjid_Mangkoenegaran"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Masjid Mangkoenegaran" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=24">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Masjid Mangkoenegaran</span></h3>
<p>Pendirian Masjid Mangkunagaran diprakarsai oleh <a class="mw-redirect" title="Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kanjeng_Gusti_Pangeran_Adipati_Arya">Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya</a> <a title="Mangkunagara I" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Mangkunagara_I">Mangkunagara I</a> di <a title="Praja Mangkunagaran" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Praja_Mangkunagaran">Kadipaten Mangkunagaran</a> sebagai masjid <a class="new" title="Lambang Panotogomo (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Lambang_Panotogomo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lambang Panotogomo</a>.</p>
<p>Sebelumnya terletak di wilayah <a title="Kauman, Pasar Kliwon, Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kauman,_Pasar_Kliwon,_Surakarta">Kauman, Pasar Legi</a>, namun pada masa Adipati <a class="new" title="Mangkunagara II (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Mangkunagara_II&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mangkunagara II</a> dipindah ke wilayah <a title="Banjarsari" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Banjarsari">Banjarsari</a> dengan pertimbangan letak masjid yang strategis dan dekat kepada <a title="Pura Mangkunagaran" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Pura_Mangkunagaran">Pura Mangkunagaran</a>.</p>
<p>Pengelolaan masjid dilakukan oleh para abdi dalem Pura Mangkunagaran, sehingga status masjid merupakan Masjid Pura Mangkunagaran.</p>
<p>Pemugaran besar-besaran atas Masjid Mangkunagaran terjadi pada saat pemerintahan Adipati <a class="new" title="Mangkunagara VII (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Mangkunagara_VII&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mangkunagara VII</a>, pada saat itu Mangkunagara VII meminta seorang arsitek dari Prancis untuk ikut serta mendesain bentuk masjid ini.</p>
<p>Luas kompleks masjid sekitar 4.200 meter persegi dengan batas pagar tembok keliling sebagian besar di muka berbentuk lengkung.</p>
<p>Masjid Mangkunagaran terdiri dari:</p>
<ul>
<li>Serambi: merupakan ruangan depan masjid dengan saka sebanyak 18 yang melambangkan umur <a class="mw-redirect" title="Raden Mas Said" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Raden_Mas_Said">Raden Mas Said</a> (Mangkunagara I) ketika keluar dari Keraton Kasunan Surakarta untuk dinobatkan sebagai Adipati Mangkunagaran. Di serambi terdapat <a title="Bedug" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Bedug">bedug</a> yang bernama <a class="new" title="Kanjeng Kyai Danaswara (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kanjeng_Kyai_Danaswara&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kanjeng Kyai Danaswara</a>.</li>
<li>Maligin: dibangun atas prakarsa Adipati <a class="new" title="Mangkunagara V (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Mangkunagara_V&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mangkunagara V</a>, digunakan untuk melaksanakan khitanan bagi putra kerabat Mangkunagaran. Sejak pemerintahan Mangkunagara VII Maligin diperkenankan untuk digunakan oleh Muhammadiyah sebagai tempat khitanan masyarakat umum.</li>
<li>Ruang Sholat Utama: merupakan ruang dalam dengan 4 soko guru dan 12 penyangga pembantu yang berhias huruf kaligrafi Alquran.</li>
<li>Pawasteren: merupakan bangunan tambahan yang dipergunakan untuk tempat sholat khusus wanita.</li>
<li>Menara: dibangun tahun <a title="1926" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1926">1926</a> pada masa Mangkunagara VII. Digunakan untuk menyuarakan <a title="Adzan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Adzan">adzan</a>, pada saat itu dibutuhkan 3-4 orang <a class="mw-redirect" title="Muadzin" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Muadzin">muadzin</a> untuk adzan bersama-sama dalam menara ke 4 arah yang berbeda.</li>
</ul>
<p>Saat ini Masjid Mangkunagaran bernama <em>Al-Wustho</em>, diberi nama demikian pada tahun <a title="1949" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1949">1949</a> oleh Bopo Penghulu Pura Mangkunagaran Raden Tumenggung K.H. Imam Rosidi. Masjid Mangkunagaran merupakan masjid yang cukup unik karena di sini dapat dilihat hiasan kaligrafi Alquran di berbagai tempat, seperti pada pintu gerbang, pada markis/kuncungan, soko dan Maligin.</p>
<p><a id="Masjid_Lawejan" name="Masjid_Lawejan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Masjid Lawejan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=25">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Masjid Lawejan</span></h3>
<p>Masjid Laweyan dibangun pada masa Djoko Tingkir sekitar tahun <a title="1546" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1546">1546</a>. Merupakan masjid pertama di <a class="mw-redirect" title="Kerajaan Pajang" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kerajaan_Pajang">Kerajaan Pajang</a>.</p>
<p>Awalnya merupakan pura agama <a class="mw-redirect" title="Hindu" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Hindu">Hindu</a> dengan seorang biksu sebagai pemimpin. Namun dengan pendekatan secara damai, seiring dengan banyaknya rakyat yang mulai memeluk agama Islam, bangunan dirubah fungsinya menjadi Masjid.</p>
<p>Bersamaan dengan itu, tumbuh sebuah pesantren dengan jumlah pengikut yang lumayan banyak. Konon karena banyaknya <a title="Santri" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Santri">santri</a>, pesantren ini tidak pernah berhenti menanak nasi untuk makan para santri sehingga selalu keluar asap dari dapur pesantren dan disebutlah wilayah ini sebagai <a class="new" title="Kampung Belukan (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kampung_Belukan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kampung Belukan</a> (<em>beluk</em> = asap).</p>
<p>Pemilik masjid ini adalah <a class="new" title="Kyai Ageng Henis (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kyai_Ageng_Henis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kyai Ageng Henis</a> (kakek dari <a title="Susuhunan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Susuhunan">Susuhunan</a> <a class="mw-redirect" title="Paku Buwono II" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Paku_Buwono_II">Paku Buwono II</a>). Seperti layaknya sebuah masjid, Masjid Laweyan berfungsi sebagai tempat untuk <a title="Pernikahan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Pernikahan">nikah</a>, <a title="Talak" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Talak">talak</a>, <a class="new" title="Rujuk (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Rujuk&amp;action=edit&amp;redlink=1">rujuk</a>, <a title="Musyawarah" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Musyawarah">musyawarah</a>, dan <a class="mw-redirect" title="Makam" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Makam">makam</a>.</p>
<p>Kompleks masjid menjadi satu dengan makam kerabat <a class="new" title="Keraton Pajang (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Keraton_Pajang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Keraton Pajang</a>, <a title="Kartasura" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kartasura">Kartasura</a> dan <a title="Kasunanan Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kasunanan_Surakarta">Kasunanan Surakarta</a>.</p>
<p>Pada makam terdapat pintu gerbang samping yang khusus dibuat untuk digunakan oleh Sunan <a class="mw-redirect" title="Paku Buwono X" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Paku_Buwono_X">Paku Buwono X</a> untuk ziarah ke makam dan hanya digunakan 1 kali saja karena 1 tahun setelah kunjungan itu beliau wafat.</p>
<p>Beberapa orang yang dimakamkan di tempat itu diantaranya adalah:</p>
<ul>
<li>Kyai Ageng Henis</li>
<li>Susuhunan <a class="mw-redirect" title="Paku Buwono II" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Paku_Buwono_II">Paku Buwono II</a> yang memindahkan Keraton Kartasura ke Desa Sala hingga menjadi Keraton Kasunanan Surakarta. Konon Paku Buwono II ingin dimakamkan dekat dengan Kyai Ageng Henis dan bertujuan untuk menjaga Keraton Kasunanan Surakarta dari serangan musuh.</li>
<li>Permaisuri <a class="mw-redirect" title="Paku Buwono V" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Paku_Buwono_V">Paku Buwono V</a></li>
<li>Pangeran <a class="new" title="Widjil (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Widjil&amp;action=edit&amp;redlink=1">Widjil</a> I Kadilangu sebagai Pujangga Dalem Paku Buwono II-Paku Buwono III yang memprakarsai pindahnya Keraton dari Kartasura ke Surakarta.</li>
<li><a class="new" title="Nyai Ageng Pati (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Nyai_Ageng_Pati&amp;action=edit&amp;redlink=1">Nyai Ageng Pati</a></li>
<li><a class="new" title="Nyai Pandanaran (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Nyai_Pandanaran&amp;action=edit&amp;redlink=1">Nyai Pandanaran</a></li>
<li>Prabuwinoto anak bungsu dari <a class="mw-redirect" title="Paku Buwono IX" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Paku_Buwono_IX">Paku Buwono IX</a>.</li>
<li>Dalang Keraton Kasunanan Surakarta yang menurut legenda pernah diundang oleh <a class="mw-redirect" title="Nyi Roro Kidul" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Nyi_Roro_Kidul">Nyi Roro Kidul</a> untuk mendalang di Laut Selatan.</li>
<li><a class="new" title="Kyai Ageng Proboyekso (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kyai_Ageng_Proboyekso&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kyai Ageng Proboyekso</a>, yang menurut legenda merupakan jin <a title="Laut Utara" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Laut_Utara">Laut Utara</a> yang bersama pasukan jin ikut membantu menjaga keamanan Kerajaan Kasunanan Surakarta.</li>
</ul>
<p>Di makam ini terdapat tumbuhan langka <a class="new" title="Pohon Nagasari (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Pohon_Nagasari&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pohon Nagasari</a> yang berusia lebih dari 500 tahun yang merupakan perwujudan penjagaan makam oleh naga yang paling unggul. Selain itu pada gerbang makam terdapat simbolisme perlindungan dari <a class="mw-redirect" title="Betari Durga" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Betari_Durga">Betari Durga</a>. Makam direnovasi oleh Paku Buwono X bersamaan dengan renovasi Keraton Kasunanan. Sebuah bangunan semacam pendapa yang diangkat dari pindahan Keraton Kartasura.</p>
<p>c-law-prasasti1.JPG (26746 bytes)</p>
<p>Pada makam terdapat pintu gerbang samping yang khusus dibuat untuk digunakan oleh PB X untuk ziarah ke makam dan hanya digunakan 1 kali saja karena 1 tahun setelah kunjungan itu beliau wafat.</p>
<p><a id="Parmadi_Poetri" name="Parmadi_Poetri"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Parmadi Poetri" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=26">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Parmadi Poetri</span></h3>
<p>Berdiri Januari 1927 atas prakarsa pemerintahan Kasunanan dengan nama HIS (<a title="Hollandsch-Inlandsche School" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Hollandsch-Inlandsche_School">Hollandsch-Inlandsche School</a>) Pamardi Putri. Semula digunakan untuk putri kerabat dekat kasunanan. Sebuah bangunan yang berfungsi sama namun digunakan untuk lelaki bernama <a class="new" title="Gedung Ksatriyan (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Gedung_Ksatriyan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gedung Ksatriyan</a>.</p>
<p><a id="Gedung_Pengadilan_Tinggi_Agama" name="Gedung_Pengadilan_Tinggi_Agama"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Gedung Pengadilan Tinggi Agama" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=27">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Gedung Pengadilan Tinggi Agama</span></h3>
<p>Awalnya bangunan ini dipergunakan untuk rumah tinggal. Sejak tahun 1938 digunakan sebagai Kantor Departemen Agama dan Pengadilan Tinggi Agama. Ornamen bangunan ini bergaya Arab-Kolonial, terlihat dari penggunaan kubah lengkung yang dihiasi kaca dan berbagai ukiran kaligrafi. Bangunan ini terletak di jalan Slamet Riyadi Surakarta.</p>
<p><a id="Gedung_Veteran" name="Gedung_Veteran"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Gedung Veteran" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=28">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Gedung Veteran</span></h3>
<p>Dikenal juga dengan sebutan Gedung Lowo. Awalnya bangunan ini digunakan sebagai rumah tinggal bangsawan/pejabat Belanda. Tahun <a title="1945" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1945">1945</a> gedung ini dihuni oleh keluarga Djian Ho. Gedung ini terletak di jalan Slamet Riyadi dengan bentuk khas arsitektur kolonial untuk sebuah bangunan rumah tinggal.</p>
<p>Setelah merdeka gedung ini diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dan digunakan sebagai Gedung Veteran. Pemugaran besar yang berarti tanpa merubah bentuk asli bangunan pernah dilakukan pada tahun 1983-1985.</p>
<p><a id="Kantor_Pertani" name="Kantor_Pertani"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Kantor Pertani" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=29">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Kantor Pertani</span></h3>
<p>Berdiri tahun 1908 sebagai bangunan rumah tinggal seorang bangsawan <a title="Tionghoa" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Tionghoa">Tionghoa</a> yang dekat dengan kerabat Keraton. Pernah digunakan sebagai tempat usaha batik oleh pedagang <a title="Lawiyan, Lawiyan, Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Lawiyan,_Lawiyan,_Surakarta">Lawiyan</a>. Tahun <a title="1978" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1978">1978</a> dialihfungsikan sebagai kantor PT. Pertani yang melayani bidang administrasi perkantoran. Mempunyai banyak kesamaan detail arsitektur dengan Gedung Veteran, Loji Gandrung dan Bekas Kantor DPU.</p>
<p><a id="Bank_Indonesia" name="Bank_Indonesia"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Bank Indonesia" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=30">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Bank Indonesia</span></h3>
<p>Dulu bernama <a title="Bank Indonesia" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Bank_Indonesia">Javasche Bank</a>. Merupakan kantor cabang karya arsitek Hulswit, Fermont dan Ed. Cuipers dengan standart gaya neoklasik. Sekelompok pemuda pernah menggunakan gedung ini untuk menculik PM <a title="Sutan Syahrir" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Sutan_Syahrir">Syahrir</a> pada masa revolusi.</p>
<p><a id="Geredja_Katholik_Antonius" name="Geredja_Katholik_Antonius"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Geredja Katholik Antonius" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=31">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Geredja Katholik Antonius</span></h3>
<p><a title="Gereja Katolik Santo Antonius Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Gereja_Katolik_Santo_Antonius_Surakarta">Gereja Katolik Santo Antonius Surakarta</a> merupakan gereja tertua di Surakarta yang didirikan tahun 1905. Memiliki skala bangunan yang besar, bangunan ini belum pernah berubah bentuk dan fungsinya hingga hari ini.</p>
<p><a id="Broederan_Poerbayan" name="Broederan_Poerbayan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Broederan Poerbayan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=32">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Broederan Poerbayan</span></h3>
<p>Bruderan <a class="new" title="Purbayan (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Purbayan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Purbayan</a> merupakan tempat pendidikan sekaligus asrama bagi para <a title="Bruder" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Bruder">Bruder</a>. Didirikan pada jaman penjajahan Belanda tahun 1921/1922.</p>
<p><a id="Tempat_Ibadah_Tri_Dharma_Tien_Kok_Sie" name="Tempat_Ibadah_Tri_Dharma_Tien_Kok_Sie"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Tempat Ibadah Tri Dharma Tien Kok Sie" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=33">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Tempat Ibadah Tri Dharma Tien Kok Sie</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:302px;"><a class="image" title="Muka Depan Klenteng Tien Kok Sie" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Klenteng_Tien_Kok_Sie.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/2/25/Klenteng_Tien_Kok_Sie.jpg/300px-Klenteng_Tien_Kok_Sie.jpg" border="0" alt="" width="300" height="209" /></a></div>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Klenteng_Tien_Kok_Sie.jpg"><img src="http://wahyufirman.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Muka Depan Klenteng Tien Kok Sie</p></div>
</div>
<p>Klenteng yang terletak di Jalan R.E Martadinata no.12 ini sudah berdiri semenjak 263 (2008) tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1745. Vihara Avalokitheswara merupakan tempat ibadah umat Tri Dharma ( Confucianisme, Buddhisme, dan Taoisme ). Sangat dipengaruhi oleh arsitektur Tiongkok.</p>
<p><a id="Vihara_Am_Po_Kian" name="Vihara_Am_Po_Kian"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Vihara Am Po Kian" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=34">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Vihara Am Po Kian</span></h3>
<p>Vihara Am Po Kian didirikan tanggal <a title="24 Agustus" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/24_Agustus">24 Agustus</a> <a title="1875" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1875">1875</a> dan mengalami perbaikan pada tanggal <a title="14 Agustus" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/14_Agustus">14 Agustus</a> <a title="1944" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/1944">1944</a>. Dulu merupakan bangunan kuil milik seorang <a class="mw-redirect" title="Biksu" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Biksu">biksu</a> dengan adu ilmu akhirnya bangunan ini dapat dikuasai oleh <a class="new" title="Kyai Ageng Henis (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kyai_Ageng_Henis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kyai Ageng Henis</a> (Kakek dari Raja-raja <a title="Mataram" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Mataram">Mataram</a>) dan diubah fungsikan menjadi masjid.</p>
<p>Di dalam kawasan ini pula Kyai Ageng Henis beserta keluarganya dimakamkan. Pada halaman tengah makam terdapat pendapa tempat menikahkan raja pada masa kerajaan <a title="Kartasura" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Kartasura">Kartasura</a>. Saat ini tempat tersebut digunakan sebagai tempat persiapan ziarah/istirahat.</p>
<p><a id="Budaya" name="Budaya"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Budaya" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=35">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Budaya</span></h2>
<p><a id="Bahasa" name="Bahasa"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Bahasa" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=36">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Bahasa</span></h3>
<p>Bahasa daerah yang digunakan di Surakarta adalah <a title="Bahasa Jawa" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Bahasa_Jawa">bahasa Jawa</a> dialek Surakarta. Dialek ini berbeda sedikit dengan dialek-dialek Jawa yang digunakan di kota-kota lain seperti di Semarang maupun Surabaya. Perbedaannya berupa kosakata yang digunakan, <em>ngoko</em>(kasar)-<em>krama</em>(halus)nya, dan intonasinya. Bahasa Jawa dari Surakarta digunakan sebagai standar bahasa Jawa nasional (dan internasional, seperti di <a title="Suriname" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Suriname">Suriname</a>).</p>
<p><a id="Makanan" name="Makanan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Makanan" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=37">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Makanan</span></h3>
<p>Beberapa makanan khas Surakarta antara lain: <em>Nasi liwet</em>, <em>nasi timlo</em>, <em>nasi gudeg</em> (juga diklaim oleh Yogyakarta), <em>serabi</em> <a class="new" title="Notosuman (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Notosuman&amp;action=edit&amp;redlink=1">Notosuman</a>, <em>intip</em>, <em>bakpia</em> <a class="new" title="Balong (halaman belum tersedia)" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Balong&amp;action=edit&amp;redlink=1">Balong</a>, <em>roti mandarin</em> toko kue Orion, dll.</p>
<p><a id="Tokoh-tokoh_dari_Kota_Surakarta" name="Tokoh-tokoh_dari_Kota_Surakarta"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Tokoh-tokoh dari Kota Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=38">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Tokoh-tokoh dari Kota Surakarta</span></h2>
<dl>
<dd>
<div id="catmore" class="boilerplate"><a class="image" title="!" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" border="0" alt="!" width="20" height="20" /></a><em>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a title="Daftar tokoh Surakarta" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Daftar_tokoh_Surakarta">Daftar tokoh Surakarta</a></em></div>
</dd>
</dl>
<p><a id="Gambar-gambar" name="Gambar-gambar"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Sunting bagian: Gambar-gambar" href="http://wahyufirman.wordpress.com/w/index.php?title=Kota_Surakarta&amp;action=edit&amp;section=39">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Gambar-gambar</span></h2>
<table class="gallery" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div class="gallerybox" style="width:155px;">
<div class="thumb" style="width:150px;padding:17px 0;">
<div style="margin-left:auto;width:120px;margin-right:auto;"><a class="image" title="Penjual Gudeg.jpg" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Penjual_Gudeg.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ab/Penjual_Gudeg.jpg/120px-Penjual_Gudeg.jpg" border="0" alt="" width="120" height="111" /></a></div>
</div>
<div class="gallerytext">
<p>Penjual gudeg</p></div>
</div>
</td>
<td>
<div class="gallerybox" style="width:155px;">
<div class="thumb" style="width:150px;padding:27px 0;">
<div style="margin-left:auto;width:120px;margin-right:auto;"><a class="image" title="Surakarta-fruits juice seller.jpg" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Surakarta-fruits_juice_seller.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c7/Surakarta-fruits_juice_seller.jpg/120px-Surakarta-fruits_juice_seller.jpg" border="0" alt="" width="120" height="91" /></a></div>
</div>
<div class="gallerytext">
<p>Penjual jus minuman buah di Surakarta</p></div>
</div>
</td>
<td>
<div class="gallerybox" style="width:155px;">
<div class="thumb" style="width:150px;padding:28px 0;">
<div style="margin-left:auto;width:120px;margin-right:auto;"><a class="image" title="Pura Mangkunagaran01(2 Maret 2007).jpg" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Pura_Mangkunagaran01(2_Maret_2007).jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1e/Pura_Mangkunagaran01%282_Maret_2007%29.jpg/120px-Pura_Mangkunagaran01%282_Maret_2007%29.jpg" border="0" alt="" width="120" height="90" /></a></div>
</div>
<div class="gallerytext">
<p>Pura Mangkunegaran</p></div>
</div>
</td>
<td>
<div class="gallerybox" style="width:155px;">
<div class="thumb" style="width:150px;padding:28px 0;">
<div style="margin-left:auto;width:120px;margin-right:auto;"><a class="image" title="Museum Radya Pustaka.jpg" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Museum_Radya_Pustaka.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/3/3f/Museum_Radya_Pustaka.jpg/120px-Museum_Radya_Pustaka.jpg" border="0" alt="" width="120" height="90" /></a></div>
</div>
<div class="gallerytext">
<p>Museum Radya Pustaka</p></div>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="gallerybox" style="width:155px;">
<div class="thumb" style="width:150px;padding:28px 0;">
<div style="margin-left:auto;width:120px;margin-right:auto;"><a class="image" title="Jalan Slamet Riyadi.jpg" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Jalan_Slamet_Riyadi.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a5/Jalan_Slamet_Riyadi.jpg/120px-Jalan_Slamet_Riyadi.jpg" border="0" alt="" width="120" height="90" /></a></div>
</div>
<div class="gallerytext">
<p>Jalan Slamet Riyadi</p></div>
</div>
</td>
<td>
<div class="gallerybox" style="width:155px;">
<div class="thumb" style="width:150px;padding:28px 0;">
<div style="margin-left:auto;width:120px;margin-right:auto;"><a class="image" title="Jalanan Keraton.jpg" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Jalanan_Keraton.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/41/Jalanan_Keraton.jpg/120px-Jalanan_Keraton.jpg" border="0" alt="" width="120" height="90" /></a></div>
</div>
<div class="gallerytext">
<p>Jalanan di dalam benteng keraton</p></div>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a class="image" title="Lokasi Surakarta.png" href="http://wahyufirman.wordpress.com/wiki/Berkas:Lokasi_Surakarta.png"></a></p>
<p></code></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyufirman.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyufirman.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyufirman.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyufirman.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyufirman.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyufirman.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyufirman.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyufirman.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyufirman.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyufirman.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyufirman.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyufirman.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyufirman.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyufirman.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=69&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/03/02/69/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a69359824a16394eca8fff7884b3c98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyufirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/88/Lambang_Surakarta-edit.png" medium="image">
			<media:title type="html">Berkas:Lambang Surakarta-edit.png</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/47/Lokasi_Surakarta.png/300px-Lokasi_Surakarta.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/03/MsGiyanti.jpg/180px-MsGiyanti.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://wahyufirman.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/e/ef/Lambang_Pakubuwana.png/77px-Lambang_Pakubuwana.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/61/Lambang_Mangkunegara-edit.png/113px-Lambang_Mangkunegara-edit.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/56/Surakarta_City_Hall.jpg/300px-Surakarta_City_Hall.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://wahyufirman.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e9/Portal_Karaton_Surakarta.jpg/300px-Portal_Karaton_Surakarta.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://wahyufirman.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/61/Pasar_Gede_Harjonagoro.jpg/300px-Pasar_Gede_Harjonagoro.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://wahyufirman.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Wiki_letter_w.svg/36px-Wiki_letter_w.svg.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/d/d1/Pasar_Klewer.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/2/25/Klenteng_Tien_Kok_Sie.jpg/300px-Klenteng_Tien_Kok_Sie.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://wahyufirman.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Crystal_Clear_app_xmag.png/20px-Crystal_Clear_app_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ab/Penjual_Gudeg.jpg/120px-Penjual_Gudeg.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c7/Surakarta-fruits_juice_seller.jpg/120px-Surakarta-fruits_juice_seller.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1e/Pura_Mangkunagaran01%282_Maret_2007%29.jpg/120px-Pura_Mangkunagaran01%282_Maret_2007%29.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/3/3f/Museum_Radya_Pustaka.jpg/120px-Museum_Radya_Pustaka.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a5/Jalan_Slamet_Riyadi.jpg/120px-Jalan_Slamet_Riyadi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/41/Jalanan_Keraton.jpg/120px-Jalanan_Keraton.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KELAS XII TPTL2 SMK N 2 PURWOKERTO</title>
		<link>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/02/19/kelas-xii-tptl2-smk-n-2-purwokerto/</link>
		<comments>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/02/19/kelas-xii-tptl2-smk-n-2-purwokerto/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 12:09:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyufirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[KELAS XII TPTL2 SMK N 2 PURWOKERTO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyufirman.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[WAHYU FIRMANSYAH temend-temend yang laen&#8230;.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=42&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>WAHYU FIRMANSYAH</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-57" title="wahyu firmansyah" src="http://wahyufirman.files.wordpress.com/2009/02/cakep-yach1.jpg" alt="wahyu firmansyah" width="495" height="371" /></p>
<p>temend-temend yang laen&#8230;.<code><span id="more-42"></span><img class="alignnone size-full wp-image-56" title="keluarga berencana" src="http://wahyufirman.files.wordpress.com/2009/02/narziezs-abiezz323.jpg" alt="keluarga berencana" width="275" height="219" /></code></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyufirman.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyufirman.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyufirman.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyufirman.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyufirman.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyufirman.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyufirman.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyufirman.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyufirman.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyufirman.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyufirman.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyufirman.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyufirman.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyufirman.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=42&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/02/19/kelas-xii-tptl2-smk-n-2-purwokerto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a69359824a16394eca8fff7884b3c98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyufirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wahyufirman.files.wordpress.com/2009/02/cakep-yach1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wahyu firmansyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wahyufirman.files.wordpress.com/2009/02/narziezs-abiezz323.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">keluarga berencana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FESTIVAL DI PECINAN</title>
		<link>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/02/19/festival-di-pecinan/</link>
		<comments>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/02/19/festival-di-pecinan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 11:06:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyufirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPARIWISATAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyufirman.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Festival di Pecinan Sebuah arak-arakan berlangsung meriah, Minggu (18/1) sore. Rombongan berangkat dari Pasar Harjanagara –lebih terkenal dengan sebutan Pasar Gede, berkeliling melewati kampung Sudiroprajan, perempatan Warung Pelem dan berakhir di Pasar Gede. Ada warna-warni liong, samsi dan dua naga, juga rombongan berkostum panakawan. Peristiwa yang baru pertama kali digelar itu dinamai Grebeg Sudiro. Dikemas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=26&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Permanent Link to Festival di Pecinan" rel="bookmark" href="http://solo.dagdigdug.com/2009/01/19/festival-di-pecinan/"><span style="color:#0a8fbc;">Festival di Pecinan</span></a></h2>
<div class="entry">
<p><a title="Liong di Pasar Gede" href="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/grebeg_sudiro_7813.jpg"><img src="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/grebeg_sudiro_7813.jpg" alt="Liong di Pasar Gede" /></a></p>
<p>Sebuah arak-arakan berlangsung meriah, Minggu (18/1) sore. Rombongan berangkat dari Pasar Harjanagara –lebih terkenal dengan sebutan Pasar Gede, berkeliling melewati kampung Sudiroprajan, perempatan Warung Pelem dan berakhir di Pasar Gede. Ada warna-warni <em>liong</em>, <em>samsi</em> dan dua naga, juga rombongan berkostum panakawan.<span id="more-26"></span></p>
<p>Peristiwa yang baru pertama kali digelar itu dinamai <em>Grebeg Sudiro</em>. Dikemas dengan sajian multikultur, sebab peristiwa itu sejatinya merupakan peristiwa budaya, yang sengaja diciptakan untuk menambah <em>event</em> dalam kalender acara wisata Surakarta.</p>
<p>Asal tahu saja, Sudiro(prajan) dan Pasar Gede merupakan kawasan yang saling terkait. Kampung Sudiroprajan lebih dikenal sebagai kampung peranakan Cina sebab di situlah Pemerintah Belanda menempatkan mereka sebagai koloni. Tak jauh dari Pecinan, terdapat koloni Arab di Pasar Kliwon. Di antara dua koloni itu, Belanda dan peranakan Eropa membuat kampung ‘pembatas’ yang di kemudian hari dikenal dengan nama loji Wetan.</p>
<p>Itu semua merupakan strategi kolonialis Belanda untuk memperkuat kedudukannya sebagai penguasa Jawa, bahkan di atas Kraton Surakarta. Strategi pecah belah dilakukan dengan memberi banyak priviles kepada keturunan Cina, bahkan kedudukan setingkat lebih tinggi dibanding keturunan Arab. Di komunitas Sudiroprajan diangkat centeng berpangkat mayor, sementara di Pasar Kliwon hanya berpangkat kapten. Padahal, fungsinya mereka sama: sebagai pengumpul pajak dan penanggung jawab keamanan di masing-masing komunitas.</p>
<p><a title="grebeg_sudiro_7711.jpg" href="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/grebeg_sudiro_7711.jpg"><img src="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/grebeg_sudiro_7711.jpg" alt="grebeg_sudiro_7711.jpg" /></a></p>
<p>Kembali ke <em>Grebeg Sudiro</em>, festival itu mestinya bisa diperluas cakupannya, tidak sebatas kegiatan amal seperti pengobatan tusuk jarum gratis atau pembagian sembako dan sejenisnya. Kegiatan-kegiatan karitatif semacam itu justru akan membenarkan prasangka dan jebakan stereotiping, dimana keturunan Cina lebih mapan secara ekonomis dibanding mereka yang merasa lebih ‘pribumi’.</p>
<p>Padahal, di Sudiroprajan pula, sangat banyak saudara-saudara kita yang beretnis Cina juga hidup dalam situasi ekonomi serba pas-pasan. Mereka yang berhasil dan kaya, kebanyakan sudah menetap di luar Sudiroprajan.</p>
<p>Satu catatan pribadi saya atas <em>Grebeg Sudiro</em> adalah kurang beragamnya tampilan. Banyak jenis kesenian warisan nenek moyang kaum Tionghoa seperti wayang <em>potehi</em>, atau musik khas Tiongkok dan sebagainya di Surakarta. Sebab, kalau tak salah ingat, masih ada grup musik di Gandekan, dimana para musisinya juga masih hidup hingga kini.</p>
<p>Keragaman menjadi penting dikedepankan, supaya orang tak salah paham dan terjebak pada prasangka yang dilatari oleh ketidaktahuan mengenai kenyataan yang sesungguhnya, sehingga berujung pada pertentangan dan (apalagi) kebrutalan seperti dipertontonkan secara telanjang lewat Drama Dua Hari pada Mei 1998.</p>
<p><a title="grebeg_sudiro_7749.jpg" href="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/grebeg_sudiro_7749.jpg"><img src="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/grebeg_sudiro_7749.jpg" alt="grebeg_sudiro_7749.jpg" /></a></p>
<p>Tak cuma terhadap pemerintah semata, lebih dari itu, kesadaran dari anggota komunitas keturunan Cina harus lebih ditumbuhkan. Banyak kegiatan amal dilakukan, termasuk partisipasi mereka dalam berbagai musibah, dari bencana tsuami di Aceh, gempa Klaten-Yogyakarta, banjir Surakarta, dan banyak lagi. Sudah banyak catatan keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan sosial-kemasyarakatan.</p>
<p>Lebih dari itu, saya berharap festival-festival mendatang lebih diwarnai kegiatan-kegiatan yang lebih <em>down to earth</em>, dalam bentuk yang lebih praktis dan bersentuhan dengan masyarakat banyak yang eragam latar belakang kultur, sosial, ekonomi dan sikap politiknya.</p>
<p>Jujur, saya rindu dengan sikap <em>ngemong</em>, santun dan memberi aura kedamaian seperti yang ditunjukkan Haksu Tjie Tjay Ieng. Berbincang dengan rohaniwan setingkat <em>dewan syuro</em> dalam Konghucu seperti beliau, saya merasa <em>ayem</em> dan tenang menyongsong masa depan Indonesia. Nah, sifat-sifat seperti beliaulah, yang hingga kini masih saya harapkan tumbuh pada diri para penggerak festival atau <em>Grebeg Sudiro</em>.</p>
<p>Selamat merayakan Imlek saudara-saudaraku. <em>Gong Xi Fat Chai</em>…..</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyufirman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyufirman.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyufirman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyufirman.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyufirman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyufirman.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyufirman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyufirman.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyufirman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyufirman.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyufirman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyufirman.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyufirman.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyufirman.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=26&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/02/19/festival-di-pecinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a69359824a16394eca8fff7884b3c98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyufirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/grebeg_sudiro_7813.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Liong di Pasar Gede</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/grebeg_sudiro_7711.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">grebeg_sudiro_7711.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/01/grebeg_sudiro_7749.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">grebeg_sudiro_7749.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PASAR YAIK DI KOTA SURAKARTA</title>
		<link>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/02/19/pasar-yaik-di-kota-surakarta/</link>
		<comments>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/02/19/pasar-yaik-di-kota-surakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 10:05:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyufirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEPARIWISATAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyufirman.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Kota Surakarta kembali menghidupkan pasar malamnya. Namanya Night Market. Lokasinya di Jl. Diponegoro, tepatnya jalan menuju Pura Mangkunegaran dari arah Pasar Pon. Dulu, pasar yang dijejali pedagang kakilima yang menjual aneka macam barang terkenal dengan sebutan Pasar Yaik. Disebut Pasar Yaik, konon karena kata ya…ikk…! terucap dari mulut penjual sebagai pertanda terjadi kesepakatan, deal harga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=11&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/02/pasar_yaik_1.jpg" alt="" /></p>
<p>Kota Surakarta kembali menghidupkan pasar malamnya. Namanya <em>Night Market</em>. Lokasinya di Jl. Diponegoro, tepatnya jalan menuju Pura Mangkunegaran dari arah Pasar Pon. Dulu, pasar yang dijejali pedagang kakilima yang menjual aneka macam barang terkenal dengan sebutan <a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/02/slo09.htm"><strong><span style="color:#0a8fbc;">Pasar Yaik<code><span id="more-11"></span></span></strong></a>.</p>
<p>Disebut <a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/02/slo09.htm"><strong><span style="color:#0a8fbc;">Pasar Yaik</span></strong></a>, konon karena kata <em>ya…ikk…!</em> terucap dari mulut penjual sebagai pertanda terjadi kesepakatan, <em>deal</em> harga dengan pembeli, setelah diwarnai tawar-menawar yang sengit, namun penuh keakraban. Konon, Pasar Yaik ramai pada kurun 1970-1980-an sebelum bubar, entah oleh sebab apa.</p>
<p><a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/02/slo09.htm"><strong><span style="color:#0a8fbc;">Pasar Yaik</span></strong></a> wajah baru sudah mulai diuji coba sejak Selasa (10/2) malam, meski baru akan diremikan pada 16 Pebruari malam, menjelang peringatan ulang tahun Kota Surakarta keesokan harinya. Oleh karena pasar malam, maka pasar yang nantinya khusus untuk penjaja cinderamata dan makanan kering hanya dibuka pada malam hari saja. Sejak pukul 17.00 hingga pagi hari, jalan ditutup untuk berbagai kendaraan sebab dikhususkan bagi pejalan kaki.</p>
<p>Dengan adanya <a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/02/slo09.htm"><strong><span style="color:#0a8fbc;">Pasar Yaik</span></strong></a>, saya senang dan tak lagi bingung setiap ada teman datang bertandang lalu bertanya dimana mereka bisa memperoleh cinderamata khas Sala, sebagai buah tangan, sarana untuk mengenang bahwa mereka pernah menginjakkan kaki di ibukota bekas kerajaan Mataram itu.</p>
<p><img src="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/02/pasar_triwindu_baru.jpg" alt="" /></p>
<p>Dulu, saya selalu bingung menjawabnya setiap ada yang menanyakan demikian. Menyarankan ke sisi timur alun-alun utara, barang yang tersedia tak terlalu fleksibel gunanya. Keris, topeng dan semacamnya, memang banyak terdapat di sana. Cocok untuk menghias ruangan. Tapi kalau yang dicari adalah barang-barang yang bisa dibawa kemana-mana semisal kalung, gantungan kunci atau dompet?!?</p>
<p>Syukurlah, <a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/02/slo09.htm"><strong><span style="color:#0a8fbc;">Pasar Yaik</span></strong></a> sudah kembali hadir. Sebutan sebagai kota yang tak pernah tidur kian menemukan bentuknya kembali. Wedangan memang hampir selalu ada di setiap gang-gang di tengah perkampungan atau sepanjang jalan-jalan utama. Tapi, itu bukan tempat yang cocok untuk jalan-jalan memanjakan mata dan nafsu belanja.</p>
<p>Bisa jadi, <a href="http://solo.dagdigdug.com/2008/05/20/berburu-barang-antik-di-triwindu/"><strong><span style="color:#0a8fbc;">Pasar Triwindu</span></strong></a> (yang kini berganti nama menjadi Pasar Windujenar) akan ikut-ikutan bukan hingga malam hari bila, kelak, <a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/02/slo09.htm"><strong><span style="color:#0a8fbc;">Pasar Yaik</span></strong></a> sukses meneguhkan citra Surakarta sebagai kota wisata. Barang-barang antik yang dijual di sana, akan menggenapi minat para turis kategori wisata belanja.</p>
<p>Memang, ada sebagian orang yang mencibir bahwa <a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/02/slo09.htm"><strong><span style="color:#0a8fbc;">Pasar Yaik</span></strong></a> tak melulu dijual barang-barang asli buatan Sala. Namun, bagi saya, tak ada salahnya membiarkan <a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/02/slo09.htm"><strong><span style="color:#0a8fbc;">Pasar Yaik</span></strong></a> berjalan secara alamiah, mengikuti hukum penawaran dan permintaan. Kian beragam yang dijajakan, makin banyak pula alternatif pilihan belanjaan.</p>
<p><img src="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/02/pasar_windujenar_1.jpg" alt="" /></p>
<p>Siapa tahu, Surakarta, Sala atau yang lebih populer dengan sebutan Solo, menjadi outlet aneka produk kerajinan se-Jawa Tengah. Ada tenun Troso, <a href="http://blontankpoer.blogsome.com/2006/08/14/mengenang-kejayaan-lurik-pedan/"><strong><span style="color:#0a8fbc;">lurik Pedan</span></strong></a>, atau batik Slawi dan Kebumen. Seperti Singapura, yang tak punya produk asli, namun aneka jenis produk global tersedia di sana. Daripada pasar kita dipenuhi produk-produk murahan dari China, masih lebih bagus disesaki karya kreatif bangsa kita sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyufirman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyufirman.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyufirman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyufirman.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyufirman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyufirman.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyufirman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyufirman.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyufirman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyufirman.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyufirman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyufirman.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyufirman.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyufirman.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=11&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/02/19/pasar-yaik-di-kota-surakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a69359824a16394eca8fff7884b3c98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyufirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/02/pasar_yaik_1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/02/pasar_triwindu_baru.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://solo.dagdigdug.com/files/2009/02/pasar_windujenar_1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/01/15/hello-world/</link>
		<comments>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/01/15/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 05:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyufirman</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=1&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyufirman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyufirman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyufirman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyufirman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyufirman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyufirman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyufirman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyufirman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyufirman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyufirman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyufirman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyufirman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyufirman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyufirman.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyufirman.wordpress.com&amp;blog=6181144&amp;post=1&amp;subd=wahyufirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyufirman.wordpress.com/2009/01/15/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a69359824a16394eca8fff7884b3c98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyufirman</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
