PENDIDIKAN
Tak Hanya Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris, UMY Gelar Lomba Debat Nasional
Pada kategori Berita
Dikirim oleh: Goo:)
Kemampuan bahasa inggris tak bisa dipungkiri merupakan salah satu ketrampilan yang perlu diusahakan mahasiswa dalam menghadapi persaingan global yang semakin pesat ini. Namun tak hanya sebagai ketrampilan, bahasa inggris juga telah menjadi kemampuan untuk berpikir kritis (critical thingking) bagi para mahasiswa dalam meningkatkan potensi diri.
Hal tersebut disampaikan Presiden Student English Activity (SEA) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Idham Badruzaman saat ditanya mengenai kegiatan lomba debat tingkat nasional, yang akan diselenggarakan pada 19-24 Januari 2009 di Kampus Terpadu UMY dan di Benteng Vrederburg sebagai tempat acara penutupan.
Kegiatan the 12th Indonesians Varsities English Debate (IVED) 2009 tersebut mengambil tema Unity in Simplicity dan direncanakan akan diikuti oleh 59 tim dari 42 perguruan tinggi di Indonesia
Kegiatan IVED ini merupakan kompetisi yang diikuti seluruh mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia pada tiap tahunnya. Tuan rumah penyelenggara IVED selalu berganti, yang penetapannya melalui voting pada saat IVED Council Meeting (ICM). Dipilihnya UMY sebagai tuan rumah tahun ini, menurut Idham merupakan sebuah keberhasilan pihaknya dalam meyakinkan para peserta ICM. “Kemudahan akses para peserta IVED dalam menghadiri agenda ini menjadi keberhasilan hingga UMY bisa menjadi tuan rumah mengingat registrasi yang cukup terjangkau bagi peserta debat. Selain itu, daya tarik Yogyakarta sebagai kota budaya yang punya segudang obyek wisata juga turut menjadi pertimbangan,” paparnya.
Ia menambahkan kegiatan bertaraf nasional ini tentunya memeberikan kebanggaan karena agenda ini cukup bergengsi mengingat banyak melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang mempunyai tingkat intelektual tinggi. “Selain meningkatkan kemampuan bahasa inggris, kegiatan ini juga menanamkan critical thingking bagi para peserta untuk berpikir rasional, logis dengan waktu yang cepat,” tambahnya.
Rektor UMY, Ir. Dasron Hamid M.Sc, menyatakan debat akan membantu orang dalam menegakkan benih demokrasi “Saya percaya debat merupakan alat untuk mendorong ekspresi dan toleransi seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih terbuka. Demokrasi juga bukan semata bentuk dari pemerintah, namun juga etos. Oleh karenanya, demokrasi memerlukan sebuah etos untuk menghargai setiap perbedaan perspektif, “ paparnya.
Ia menambahkan untuk dapat berpikir kritis, para debater perlu mengumpulkan informasi yang dapat diperoleh melalui observasi, pengalaman, dan penjelasan. Kesemua itu dapat diperoleh dengan mengikuti kegiatan debat. “hal tersebut mengindikasikan debate telah memberikan kontribusi dalam kesuksesan pendidikan mengingat pendidikan itu sendiri bertujuan untuk melatih pikiran seseorang,” pungkas Dasron.