Wahyufirman’s Blog

Just another WordPress.com weblog

WISATA ALAM

TAWANGMANGU

Tawangmangu yang terletak di Karanganyar merupakan tempat wisata alam yang asri di lereng Gunung Lawu. Keindahan alam 

 

  

  

berpadu dengan kesejukan udaranya membuat tempat ini banyak dikunjungi wisatawan. Beberapa tempat yang sangat pantas dijadikan tujuan wisata di kawasan ini maupun sekitarnya antara lain Grojogan Sewu (air terjun alami), Cemara Sewu perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur), kawasan perbukitan Tlagadlingo, taman hiburan, Pasar Tradisional Tawangmangu, bumi perkemahan dan kebun bunga.

 

- Grojogan Sewu : terletak pada ketinggian 1.100 meter di atas permukaan air laut, memiliki keindahan yang menakjubkan untuk dinikmati wisatawan.Panorama air terjun alami setinggi 81 meter ini berada di tengah hutan lindung yang didiami oleh satwa kera yang jinak, arealnya sangat luas dan sejuk, lengkap dengan fasilitas rekreasi keluarga seperti kolam renang dengan sirkulasi air alami, arena perkemahan, taman rekreasi, kios souvenir, rumah makan dan berbagai kopel peristirahatan.

 

TAMAN SATWA TARU JURUG

Taman Satwa Taru Jurug (TSTW) atau lebih dikenal Taman Jurug terletak di pinggir kota Solo dekat Sungai Bengawan Solo, selain dikunjungi banyak orang tempat wisata ini juga seringkali dipakai untuk merayakan acara adat Solo. Acara adat solo yang sering diselenggarakan disini misalnya acara Syawalan yang puncaknya ditandai dengan Larung Ageng Gethek Joko Tingkir. Ribuan warga Solo dan sekitarnya memadati TSTJ dan seputaran Sungai Bengawan Solo yang digunakan sebagai tempat pelarungan. Prosesi yang menceritakan tentang kisah perjalanan Joko Tingkir menuju Demak itu dilakukan di aliran Bengawan Solo, mulai dari Pesanggrahan Langenharjo Grogol, Sukoharjo menuju Butuh Sragen, dengan berhenti dahulu di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo. Pelaksanaan prosesi budaya tersebut mendapat animo sangat besar dari masyarakat Solo. Ini terlihat dari ribuan anggota masyarakat yang berjubel di sepanjang aliran Bengawan Solo yang dilewati oleh arak-arakan prosesi tersebut.

Ayo Piknik ke Balekambang

Posted by Keliling Surakarta on 4th Januari 2009

Gala Dinner

Setahun terakhir, warga Kota Surakarta memperoleh ‘tempat bermain’ baru di Balekambang. Ya, Taman Balekambang namanya. Ia menyusul citywalk dengan taman-taman asri di sepanjang Jl. Slamet Riyadi, dari Purwosari hingga Gladag, atau taman serupa di sekitar Stadion Manahan. Pada hari libur, para orang tua suka membawa anak-anak dan keluarga mereka ke sana. Riuh, tapi riang.

Di taman-taman itu, kini banyak remaja bercengkerama, pada sore atau malam hari. Kecuali di Manahan, sebagian dari mereka asyik berselancar di dunia maya, karena Pemerintah Kota dan Telkom telah berbaik hati mengumbar bandwith Speedy.

Balekambang, yang konon berasal dari gabungan kata bale (Jw. Balai) dan kambang (Jw. Mengapung) menunjuk pada keberadaan sebuah balai di atas telaga kecil. Begitu sederhananya orang Jawa dalam membuat istilah baru, dengan cara sangat praktis, yang penting mempermudah pelafalan. Karena balai mengapung yang terletak di antara pepohonan besar nan rindang, lalu disempurnakanlah ia menjadi taman.

Dibangun pada 1921 oleh KGPAA Mangkunagara VII, taman itu lantas dinamai Partini Tuin, sebuah taman untuk mengabadikan putrinya tercinta yang bernama Partini. Tak cuma untuk bercengkerama pada siang hari, di sana juga menjadi ruang publik dalam arti sesungguhnya. Aneka kesenian tradisional, termasuk tarian dan ketoprak sering digelar di sana.

Balekambang Dulu

Jejaknya sebagai ruang publik terus bertahan. Keluarga Seniman Muda Surakarta berusaha menghidupkan kembali Balekambang lewat panggung ketoprak, namun gagal. Publik lebih berselera menonton sinema elektronik di televisi yang kian menjamur pada 1990-an daripada ketoprak yang dianggap jadul. Padahal, di tempat yang sama, nama Srimulat berkibar tinggi, hingga mencuatkan nama-nama pelawak seperti Gepeng, Pete, dan Jujuk, sebelum akhirnya juga menyerah pada takdir.

Masa kelam Balekambang adalah justru terjadi sepeninggal Srimulat. Dunia gemerlap lebih disukai (seperti banyak dijumpai pada tayangan televisi), sehingga diskotiklah yang lantas memberi warna Balekambang sebagai ‘ruang publik’. Tiap malam, puluhan Pi-aR, sebutan untuk perempuan penghibur yang bekerja secara freelance alias tak menginduk pada nama besar germo, berkeliaran di seputar Balekambang.

Mereka berbaur dengan perempuan-perempuan menor yang dikenal dengan sebutan rendan (akronim dari kere dandan), yang kebanyakan lantas ‘mojok’ di bawah pepohonan besar di sekitar panti pijat yang menawarkan solusi kebugaran semu.

Untung, semua itu sudah menjadi cerita masa lalu. Kini, Balekambang benar-benar menjadi sebuah taman yang asri. Nyaris mirip Kebun Bogor, meski berbeda pada beberapa hal, seperti luasnya atau tiadanya istana negara. Tiga rusa sudah didatangkan untuk meramaikan Balekambang, yang kelak bakal dikembangkan menjadi taman botani. Banyak pepohonan aneh, eh langka mulai ditanam di sana, sumbangan dari sejumlah pejabat negara, tokoh publik hingga sejumlah pejabat diplomatik negara sahabat. Sebuah teater terbuka juga sudah dibangun, bersebelahan dengan gedung baru untuk pentas ketoprak, kelak.

Taman Balekambang

Pokoknya, Taman Balekambang kini benar-benar indah, nyaman untuk rekreasi keluarga. Untuk menikmatinya, semua digratiskan kecuali parkir yang dikelola oleh sejumlah anak-anak muda, yang tampaknya bukan ‘wakil’ aparatur Pemerintah Kota Surakarta.

Yang perlu dijadikan catatan dalam ingatan kita hanyalah bagaimana turut merawat Balekambang agar tetap asri dan nyaman. Jangan membuang sampah sembarangan, syukur mau menyumbang bibit tanaman. Asal tahu saja, areal di sekitar taman sengaja dijadikan sebagai daerah resapan, agar air yang kian mahal, tak langka dari Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.